Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo sementara membacakan tanapan walilota kota terhadap pemamdangan umum fraksi
Metronewsntt.com, Kupang – Menanggapi sorotan tajam empat fraksi DPRD Kota Kupang mengenai Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) tahun anggaran 2025 sebesar Rp 66,6 miliar, yang termuat dalam.pemandangan umum fraksi-fraksi, Wali Kota Kupang, dr.Chtistian Widodo menyampaikan apresiasi atas kritik dan masukan yang konstruktif dalam Rapat Paripurna, Rabu (24/6/2026).malam.
Dalam tanggapan Pe.merintah Kota Kupang yang dibacakan secara langsung oleh Wali Kota, dr Christian Widodo dalam sidang paripurna menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang berkomitmen penuh untuk melakukan transparansi dan evaluasi mendalam terkait pengelolaan anggaran tersebut. Pemerintah mengakui bahwa Silpa bukanlah tujuan akhir dari sebuah siklus anggaran, melainkan cerminan dari dinamika pelaksanaan program di lapangan.
"Kami menerima seluruh catatan kritis dari Fraksi Demokrat, PAN, NasDem, dan Golkar. Terkait Silpa sebesar Rp 66,6 miliar, pemerintah akan memberikan penjelasan terperinci mengenai komponen-komponen penyumbang Silpa tersebut, baik yang bersumber dari efisiensi kegiatan, adanya sisa dana DAK yang bersifat terikat, maupun kegiatan yang belum terselesaikan karena kendala teknis dalam proses pengadaan barang dan jasa," ujar Wali Kota.
Lebih lanjut, Wali Kota menjelaskan bahwa Pemkot Kupang tidak tinggal diam melihat adanya penumpukan anggaran. Pihaknya sedang menginventarisir hambatan-hambatan yang terjadi sepanjang tahun 2025. Pemerintah berjanji akan melakukan akselerasi perbaikan dalam perencanaan anggaran agar lebih realistis dan akuntabel di masa mendatang.
"Kami sepakat dengan pandangan fraksi bahwa pendapatan yang naik harus berbanding lurus dengan peningkatan pelayanan publik. Oleh karena itu, langkah konkret yang sedang dan akan kami tempuh adalah memperketat pengawasan, mempercepat proses lelang sejak awal tahun, serta memastikan setiap program prioritas memiliki target yang terukur sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat Kota Kupang," tambah Wali Kota.
Menjawab kekhawatiran mengenai pemanfaatan dana tersebut, Wali Kota menegaskan bahwa Silpa 2025 akan diarahkan kembali pada program-program prioritas yang bersentuhan langsung dengan hajat hidup orang banyak, seperti perbaikan infrastruktur dasar, penanganan masalah sosial, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Wali Kota mengakhiri tanggapannya dengan menegaskan bahwa sinergi antara legislatif dan eksekutif sangat krusial dalam menciptakan tata kelola keuangan daerah yang sehat. (mnt)