WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Sekda Kota Kupang Ingatkan Nelayan: Cari Rezeki Penting, Pulang Selamat Nomor Satu

Metronttdewa.com 05-08-2026 || 13:45:02

Sekda Kota Kupang, Jefry Pelt

Metronewsntt.com, Kupang — Keselamatan nelayan harus selalu menjadi prioritas utama di atas segala hasil tangkapan. Penegasan penting ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, saat membuka secara resmi kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Stasiun Meteorologi Maritim Tenau BMKG di GMIT Lahairoi, Kelurahan Lasiana, pada Selasa (4/8/2026).

​Acara pembukaan tersebut dihadiri oleh Anggota DPRD Kota Kupang Absalom Sine, Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang Yandri Andreudson Tungga, perwakilan BMKG Pusat, unsur TNI AL, Bakamla, Basarnas, Dinas Perikanan, Ketua Majelis Jemaat GMIT Laharoi Lasiana, para penyuluh perikanan, serta puluhan nelayan dari Lasiana dan Kampung Solor. 

Mewakili Pemerintah Kota Kupang, Sekda menyampaikan apresiasi tinggi kepada pihak BMKG yang secara konsisten menghadirkan program SLCN guna meningkatkan kapasitas literasi cuaca bagi masyarakat pesisir.

​Dalam arahannya, Jeffry Edward Pelt menyoroti bagaimana perkembangan teknologi saat ini telah mengubah lanskap aktivitas melaut. Jika di masa lalu para nelayan tradisional mengandalkan pengalaman turun-temurun—seperti membaca arah angin, posisi rasi bintang, hingga tanda-tanda alam—kini informasi ilmiah yang akurat dari BMKG menjadi instrumen penting dalam menentukan waktu yang tepat untuk melaut.

​"Silakan manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Ilmu yang diperoleh hari ini akan menjadi bekal untuk mengambil keputusan, apakah saatnya melaut atau justru menunggu hingga kondisi cuaca lebih aman. Yang paling penting adalah mencari rezeki sekaligus pulang ke rumah dengan selamat," pesan Sekda kepada para peserta.

​Ia juga mendorong para peserta agar tidak berhenti pada diri sendiri, melainkan aktif menjadi penyambung informasi bagi rekan-rekan nelayan lainnya di wilayah pesisir Kota Kupang. Komitmen konkret turut ditegaskan untuk terus memperkuat kolaborasi bersama BMKG, Dinas Perikanan, Basarnas, TNI AL, Polairud, dan instansi terkait lainnya demi memastikan informasi cuaca maritim dapat diakses secara cepat dan merata.

​Sementara itu, Yuli Kartiningsih, M.Si. selaku Ketua Tim Manajemen Operasi dan Kerja Sama Meteorologi Maritim BMKG, memaparkan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan besar menyimpan potensi bahari yang luar biasa, namun dibarengi dengan dinamika cuaca ekstrem yang berisiko tinggi. Melalui SLCN, BMKG bertekad membangun budaya sadar cuaca di kalangan nelayan agar mampu memanfaatkan informasi sebagai landasan pengambilan keputusan sebelum melaut, demi mewujudkan nelayan yang hebat, selamat, dan sejahtera.

​Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Yandri Andreudson Tungga, menambahkan bahwa pelaksanaan SLCN 2026 dilatarbelakangi oleh karakteristik NTT sebagai wilayah kepulauan dengan populasi masyarakat pesisir yang masif. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan nelayan dalam mengakses, membaca, memahami, dan menyebarluaskan informasi cuaca maritim.

​Tahun ini, SLCN diikuti oleh 34 peserta, yang terdiri atas 25 nelayan Kelurahan Lasiana, 5 nelayan Kampung Solor, dan 4 penyuluh perikanan. Para peserta mendapatkan materi mengenai prakiraan cuaca maritim, tinggi gelombang, peringatan dini cuaca ekstrem, serta pemanfaatan layanan informasi BMKG untuk mendukung aktivitas melaut yang aman dan produktif.(mnt)


Baca juga :

Related Post