WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Waspada Musim Kemarau , Damkar Kota Kupang Catat 210 Kasus Kebakaran Sepanjang 2026

Metronttdewa.com 21-10-2026 || 15:28:59

Kadis Damkar dan Penyelamatan Kota Kupang, Berto Geru

Metronewsntt.com, Kupang---​Warga Kota Kupang diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran lahan dan permukiman. Cuaca kering yang disertai angin kencang selama musim kemarau menjadi pemicu utama, ditambah faktor kelalaian kecil seperti pembakaran sampah tanpa pengawasan dan korsleting listrik.

​Imbauan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Kupang, Berto Geru, saat ditemui  media ini pada Rabu (21/10/2026).

​Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Kupang, tercatat ada 210 kasus kebakaran yang terjadi sejak Januari hingga pertengahan Oktober 2026. Lonjakan kasus mulai terlihat signifikan memasuki pertengahan tahun seiring dengan akibat musim kemarau.

Ia merincikan, kasus kebakaran per bulan menunjukkan angka sebagai berikut: pada Januari tercatat 4 kejadian meliputi  gangguan MCB listrik dan 3 bangunan berupa kantin, kios, serta rumah, Februari dan Maret masing-masing 1 kejadian meliputi kebakaran rumah dan kabel PLN,  April sebanyak 7 kejadian didominasi rumput, sampah, dapur darurat, dan instalasi listrik 

Dan Bulan Mei melonjak menjadi 39 kejadian meliputi rumput, ruko, rumah, gudang, sampah, panti asuhan, tabung gas, kabel PLN, dapur, dan mebel,  Juni sebanyak 31 kejadian  meliputi rumput, sampah, gudang mobil, rumah, dan pohon kering, Juli sebanyak 45 kejadian meliputi tempat usaha, rumah, pohon, sampah, tumpukan kayu, kios, bambu, gudang, dan rumput.

Dan Bulan Agustus sebanyak 39 kejadian meliputi rumput, gudang mobil, rumah, tumpukan kayu, dapur darurat, kios, pohon, kayu dan seng, sampah, serta serbuk kayu,  September sebanyak 31 kejadian meliputi rumput, rumah dinas, rumah, gudang, tabung gas, tumpukan kayu, sampah, dan kapal; serta hingga pertengahan Oktober tercatat 12 kejadian meliputi rumput, kandang ayam, gudang toko, sampah, tempat usaha, dapur darurat, dan rumah.

​Berto mengungkapkan bahwa sebagian besar kasus kebakaran pada pertengahan tahun ini didominasi oleh kebakaran rumput dan lahan kosong akibat cuaca panas. Rincian khusus kebakaran rumput per bulan mencakup 30 kejadian pada Mei, 26 kejadian pada Juni, 28 kejadian pada Juli, 27 kejadian pada Agustus, 22 kejadian pada September, dan 4 kejadian pada Oktober.

​"Dari total keseluruhan kasus, kebakaran rumput mendominasi angka kejadian setiap bulannya. Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan dan selalu memeriksa instalasi listrik di rumah guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," pungkas Berto.(mnt)


Baca juga :

Related Post