WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Tragedi di Oemasi: Petani Ditemukan Meninggal dalam Kebakaran Lahan di Nekamese

Metronttdewa.com 17-10-2026 || 20:47:39

Pihak.keplisian sedang melakukan alah tempat Kejadian

Metronewsntt.com, Oelamasi— Suasana pagi yang tenang di RT 09/RW 05, Dusun IV, Desa Oemasi, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang, mendadak berubah mencekam pada Sabtu (17/10/2026) sekitar pukul 06.30 WITA. Sebuah peristiwa kebakaran lahan merenggut nyawa seorang petani bernama Yonatan Nenokatu (50).

​Kepanikan bermula ketika warga mendengar teriakan anak-anak dari arah lokasi kejadian. Tak lama berselang, kepulan asap tebal membubung tinggi, memicu kesigapan warga sekitar yang langsung bergegas mendatangi lokasi untuk memadamkan api dengan peralatan seadanya.

​Namun, kobaran api meluas dengan sangat cepat hingga menghanguskan satu bangunan permanen berukuran 3 x 10 meter, lahan seluas kurang lebih satu hektare, serta selang instalasi air di sekitar area tersebut. 

Sekitar 30 menit kemudian, upaya pemadaman diperkuat menggunakan mobil tangki air hingga api berhasil dijinakkan. Setelah situasi aman, pemilik lahan bersama warga mulai melakukan penyisiran untuk mencari keberadaan Yonatan yang sempat tak terlihat.

​Betapa terkejutnya warga saat menemukan korban terlungkup di tengah kebun dalam kondisi telah terbakar dan tak bernyawa.
​Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Kupang Barat langsung bergerak cepat menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengamankan area, serta berkoordinasi dengan Tim Identifikasi Polres Kupang dan petugas medis Puskesmas Nekamese untuk melakukan olah TKP dan evakuasi.

​Dari hasil pemeriksaan awal Tim Identifikasi Polres Kupang serta pemeriksaan luar oleh tim medis, tidak ditemukan benda-benda mencurigakan maupun tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada tindak pidana. Luka bakar berat yang dialami korban murni akibat terjebak dalam amukan api. 

Dugaan sementara, kebakaran bermula dari aktivitas pembersihan lahan yang berujung pada api liar tak terkendali, membuat korban terjebak di tengah kepulan asap pekat. Pihak keluarga korban telah ikhlas menerima peristiwa ini sebagai musibah murni dan menolak dilakukan autopsi.

​Menanggapi tragedi ini, Polres Kupang mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh masyarakat agar menghentikan praktik pembersihan lahan dengan cara dibakar sembarangan. Api yang tidak diawasi dengan baik terbukti dapat dengan cepat meluas dan mengancam keselamatan jiwa. 

Kepolisian mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, memaksimalkan langkah pencegahan, serta segera melapor kepada aparat atau petugas terkait jika menemukan potensi kebakaran di lingkungan sekitar demi melindungi keselamatan bersama.(mnt)


Baca juga :

Related Post