Pose bersama
Metronewsntt.com, Kupang— Wali Kota Kupang, Dr. Christian Widodo, menyampaikan pengantar nota keuangan mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Kupang Tahun Anggaran 2026. Penyampaian tersebut dipaparkan secara rinci di hadapan para anggota dewan dalam Sidang Paripurna DPRD Kota Kupang, Selasa (15/9/2026).
Dalam pidatonya, Dr. Christian Widodo mengapresiasi sinergi yang terjalin antara pemerintah dan DPRD. Menurutnya, proses pembahasan rancangan perubahan KUA dan PPAS APBD Kota Kupang Tahun Anggaran 2026 telah melibatkan waktu, tenaga, serta sumbangsih pemikiran yang konstruktif dari dewan yang terhormat.
"Hal ini menunjukkan bahwa DPRD dan pemerintah mempunyai niat dan keinginan yang sama untuk membangun daerah ini secara komprehensif," ujar Dr. Christian.
Ia menjelaskan bahwa penyesuaian dalam perubahan APBD TA 2026 ini dilakukan berdasarkan evaluasi capaian kinerja semester pertama, pergeseran alokasi anggaran, pemanfaatan sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya, penyesuaian potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta penyesuaian dana transfer dari pemerintah pusat. Alokasi anggaran diarahkan secara strategis guna menjaga efektivitas program pembangunan, mengoptimalkan pelayanan publik, serta memastikan program pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur berjalan efektif, transparan, dan akuntabel.
Sebagai bagian dari transparansi kinerja keuangan, Wali Kota Kupang memaparkan perkembangan realisasi pelaksanaan APBD Kota Kupang sampai dengan tanggal 4 September 2026 sebagai berikut:
Pendapatan Daerah
Realisasi mencapai Rp766.091.000.000,00 lebih atau 59,56% dari target sebesar Rp1.286.056.000.000,00 lebih.
Pendapatan Asli Daerah (PAD): Terealisasi Rp177.590.000.000,00 lebih (53,97%) dari target Rp328.999.000.000,00 lebih.
Pendapatan Transfer: Terealisasi Rp585.792.000.000,00 lebih (62,57%) dari target Rp936.084.000.000,00 lebih.
Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah: Terealisasi Rp2.709.000.000,00 lebih (12,91%) dari target Rp20.972.000.000,00 lebih.
Belanja Daerah
Realisasi mencapai Rp730.671.000.000,00 lebih atau 54,48% dari target sebesar Rp1.341.056.000.000,00 lebih.
Belanja Operasi: Terealisasi Rp655.929.000.000,00 lebih (54,49%) dari target Rp1.203.660.000.000,00 lebih.
Belanja Modal: Terealisasi Rp71.408.000.000,00 lebih (53,93%) dari target Rp132.395.000.000,00 lebih.
Belanja Tidak Terduga: Terealisasi Rp3.333.000.000,00 lebih (66,67%) dari target Rp5.000.000.000,00.(mnt)