Legislator Perindo, Benny Selan dan Kabid Bina Marga, Yohanes Pu'u
Metronewsntt.com, Kupang — Rencana Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk memperbaiki Jalan Oeleta Raya, Kecamatan Alak, sangat dinantikan oleh warga dan jajaran legislatif. Pasalnya, penanganan sementara menggunakan tanah putih saat ini dinilai tidak cukup dan justru menimbulkan masalah baru berupa debu pekat bagi lingkungan sekitar.
Anggota DPRD Kota Kupang dari Partai Perindo Dapil Alak, Benny Selan, berharap proyek pengaspalan tersebut dapat segera direalisasikan demi kenyamanan dan kesehatan masyarakat.
"Kami berharap bisa terealisasi, karena kondisi debu saat ini sangat mengganggu warga," ujar Benny saat ditemui di Kantor DPRD Kota Kupang, Jumat (21/8/2026).
Ia menilai, jika jalan tersebut tidak segera diaspal secara permanen, masyarakat akan terus kesulitan beraktivitas akibat debu. Terlebih lagi pada musim angin seperti saat ini, kondisi di sepanjang jalur tersebut digambarkan bagaikan badai debu.
Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Kupang, Yohanes F. Puu, menjelaskan bahwa perbaikan Jalan Oeleta Raya bersama TPI Oeba telah dijadwalkan pada tahun 2027. Mengingat adanya keterbatasan serta efisiensi anggaran, pengerjaan infrastruktur ini akan dilakukan secara bertahap. Hal tersebut disampaikannya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (10/8/2026) lalu.
Menurut Yohanes, karena skala kerusakan Jalan Oeleta Raya yang cukup besar dan belum tersedianya pendanaan penuh, pihak Dinas PUPR memutuskan untuk membagi pengerjaan menjadi beberapa tahap (splitting). Sambil menunggu kepastian anggaran, jalan tersebut sementara ditutup menggunakan tanah putih—sebuah langkah darurat yang sempat memicu keluhan masyarakat akibat masalah debu.
Kendati demikian, pemerintah tetap menaruh perhatian khusus. Jika alokasi anggaran tersedia pada APBD Perubahan, pemerintah akan memprioritaskan pengaspalan awal sepanjang 400 meter di wilayah Alak.
"Untuk Jalan Oeleta Raya, mungkin kita hanya bisa melakukan pengaspalan secara bertahap, awalnya sekitar 400 meter. Kalau memang di perubahan ini kita dapat dana, pasti kita kerja," pungkas Yohanes.(mnt)