WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Persoalan Kamtibmas hingga Kuota Minyak Tanah Warnai Reses Legislator PKB Satario J. Pandie di Oesapa

Metronttdewa.com 09-08-2026 || 18:07:44

Legislator PKB, Satario Pandie pose bersa usai reses

​Metronewsntt.com, Kupang— Menjalin Aspirasi Masyarakat (Asmara) bersama warga di RT 13/RW 05, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga Ketua DPC PKB Kota Kupang periode 2026–2031, Satario J. Pandie, mendengarkan langsung berbagai persoalan krusial yang dihadapi masyarakat setempat.

 Dalam kegiatan yang berlangsung hangat dan akrab tersebut, warga menyampaikan sejumlah keluhan utama, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan, minimnya lampu penerangan jalan, pembangunan sumur peresapan, hingga perbaikan saluran drainase guna mengantisipasi genangan air.

​Selain masalah infrastruktur, dialog bersama sosok yang akrab disapa Rio Pandie  ini juga diwarnai curhatan warga terkait Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Warga menyoroti masih banyaknya mahasiswa pendatang yang menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) daerah asal mereka. Kondisi ini dinilai menyulitkan aparat penegak hukum dalam melakukan penelusuran apabila terjadi gangguan ketertiban umum di lingkungan tempat tinggal..

​Menanggapi hal tersebut, Rio Pandie berjanji akan meneruskan berbagai aspirasi ini ke Pemerintah Kota Kupang melalui laporan reses. 

Khusus mengenai administrasi kependudukan, ia mendorong pemerintah agar mempertimbangkan regulasi khusus terkait identitas sementara bagi mahasiswa pendatang. 

Menurutnya, durasi tinggal mahasiswa yang mencapai tiga hingga lima tahun menjadikan mereka bagian tak terpisahkan dari dinamika sosial dan ekonomi Kota Kupang. Pendataan yang jelas sangat diperlukan bukan sekadar untuk pengawasan, tetapi juga untuk mengenali karakteristik penduduk sementara serta mengoptimalkan potensi kontribusi mereka. 

Sebagai solusi konkret, ia menyarankan agar Pemerintah Kota Kupang dapat mempelajari mekanisme penerapan identitas penduduk sementara yang sukses dijalankan di Bali.

​Persoalan mendesak lainnya yang turut disoroti warga adalah tingginya kebutuhan akan minyak tanah. Warga meminta adanya penambahan kuota karena lonjakan konsumsi di Kelurahan Oesapa kian tak terbendung.

 Lonjakan tersebut turut dipicu oleh tingginya populasi mahasiswa pendatang dari berbagai daerah yang kos dan tinggal di kawasan Oesapa, sehingga kuota minyak tanah yang ada saat ini dinilai sudah tidak mencukupi kebutuhan riil di lapangan.(mnt)


Baca juga :

Related Post