Pose bersama Legislator Demokrat, Eldy Kana bersama warga
Metronewsntt.com, Kupang---Kegiatan reses yang digelar oleh anggota DPRD dari Partai Demokrat, Djuneidi C Kana, bersama perwakilan masyarakat Kelurahan Maulafa dan RT 21, tidak hanya menjadi wadah penyerapan aspirasi biasa, melainkan langsung ditindaklanjuti dengan aksi nyata di lapangan.
Warga setempat menilai respons cepat dewan dalam mengeksekusi perbaikan infrastruktur—seperti penutupan lubang jalan menggunakan material kerikil, semen, dan pasir—memberikan manfaat yang sangat nyata dan langsung dirasakan oleh masyarakat.
Lurah Maulafa, Yanto E. Sapay, yang ditemui usai kegiatan reses di RT 21 Kelurahan Maulafa pada Sabtu (8/8/2026) malam, mengapresiasi langkah konkret tersebut. Menurutnya, reses yang langsung diiringi dengan eksekusi penanganan infrastruktur sesuai kemampuan pribadi merupakan sebuah terobosan yang luar biasa.
"Kami menyampaikan terima kasih buat Bapak dewan yang telah membantu mengatasi kendala yang dihadapi warga, terutama jalan berlubang. Kalau kita pikirkan, apa yang dilakukan ini termasuk luar biasa," ungkap Yanto.
Senada dengan hal tersebut, Ketua RT 21, Sofian Nale, menyampaikan bahwa sebagian besar keluhan warga terkait infrastruktur, seperti pembangunan jalan setapak sepanjang ratusan meter, telah diakomodir secara bertahap oleh pihak dewan. Bahkan, pengerjaan jalan masuk di wilayah tersebut diproyeksikan terus berlanjut hingga tahap akhir pada bulan September mendatang.
Menanggapi apresiasi tersebut, Eldy Kana sapaan akrab sang legislator yang kini duduk di Komisi IV DPRD—menegaskan bahwa kegiatan reses adalah kewajiban mutlak untuk menyerap dan memperjuangkan keluhan masyarakat. Ia tak menampik bahwa sebagian besar aspirasi yang diterima masih didominasi oleh persoalan infrastruktur, seperti jalan rusak, minimnya lampu penerangan, hingga kebutuhan jalan setapak.
"Sejumlah lokasi yang mengalami kerusakan parah langsung dieksekusi sebagai bentuk solusi nyata atas instruksi partai dan pimpinan dewan, agar kehadirannya benar-benar bermanfaat langsung bagi masyarakat," tegas Eldy.
Selain perbaikan fisik berupa penambalan ruas jalan berlubang dan perbaikan saluran air guna mencegah kerusakan yang lebih besar, kegiatan reses ini juga menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan berbagai aduan terkait pelayanan sosial dan ekonomi.
Dalam reses yang telah dilaksanakan di beberapa titik di Dapil, warga turut mengutarakan sejumlah kendala pelik yang dihadapi, mulai dari perubahan data desil, persoalan kartu BPJS yang non-aktif atau hilang, akses Program Indonesia Pintar (PIP), hingga upaya peningkatan perekonomian melalui pemberdayaan UMKM dan penciptaan lapangan pekerjaan.
Menyikapi berbagai persoalan administrasi dan sosial tersebut, pihak dewan mendesak Pemerintah Daerah agar tidak hanya fokus pada urusan penarikan pajak. Pemerintah dituntut untuk lebih proaktif turun langsung ke tingkat paling bawah, yakni berkoordinasi dengan pengurus RT dan RW.
Pemerintah daerah diharapkan mampu membuka pos pelayanan langsung di tengah masyarakat guna mengurai benang kusut administrasi warga yang bermasalah, seperti kendala pada program Keluarga Harapan (PKH) maupun validasi data desil.(mnt)