WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Ungkapan Asmara Diterima Legislator Hanura Daniel Bolling Masih Dominan Kondisi Jalan, Lampu Jalan, dan Sampah

Metronttdewa.com 06-08-2026 || 07:35:38

Pose bersama usai kegiatan reses bersama warga

Metronewsntt.com, Kupang  — Diterima Legislator Hanura Daniel Bolling, Ungkapan Asmara masih didominasi kondisi jalan, lampu jalan, dan sampah. Hal ini terungkap dalam kegiatan Reses III DPRD Kota Kupang saat Ketua Fraksi Hanura tersebut menyerap aspirasi warga di Kelurahan Kayu Putih dan Kelurahan Fatululi.

​Kegiatan penjaringan asmara yang dikemas dalam suasana penuh keakraban ini dipusatkan di tiga titik wilayah. Di Kelurahan Kayu Putih, reses digelar di RT 25/RW 27, sementara di Kelurahan Fatululi dilangsungkan di wilayah RT 34 dan RT 35.

​Berbagai persoalan yang disampaikan warga dalam pertemuan tersebut dicatat sebagai pokok-pokok pikiran (pokir) anggota Komisi III DPRD Kota Kupang ini. Selaku perpanjangan tangan rakyat di lembaga legislatif, Daniel Bolling berkomitmen menindaklanjuti aspirasi tersebut kepada pemerintah melalui agenda persidangan maupun rapat komisi.

​Kondisi infrastruktur jalan yang memprihatinkan masih menjadi keluhan klasik yang mendominasi wilayah tersebut. Warga mendesak agar segera ada perhatian serius dari pemerintah kota untuk melakukan perbaikan.

​"Dalam reses yang digelar di Kelurahan Fatululi, tepatnya di RT 34 dan RT 35, warga mengeluhkan infrastruktur jalan yang sudah rusak parah dan belum pernah tersentuh perbaikan dari pemerintah. Warga meminta agar ada renovasi atau perbaikan jalan yang rusak agar akses arus lalu lintas warga bisa lebih aman dan nyaman," ujar Danial Bolling kepada awak media akan hasil reses yang telah digelar pada beberapa waktu lalu.

​Selain infrastruktur jalan, persoalan kepengurusan sertifikat lahan turut menjadi sorotan utama warga. Warga mengaku telah mengurus sertifikat tanah berulang kali namun selalu menemui jalan buntu. Berdasarkan informasi warga, status lahan tersebut sebelumnya masuk dalam kawasan olahraga.

 Meskipun pihak RT telah menindaklanjuti proses peralihan status tanah tersebut, hingga kini kejelasan informasinya masih menggantung.

​Di samping itu, permasalahan fasilitas lingkungan seperti minimnya tempat pembuangan sampah dan kurangnya lampu penerangan jalan juga masih dikeluhkan warga di tiga RT pada kedua kelurahan tersebut.

​Menanggapi berbagai keluhan ini, Daniel Bolling menegaskan bahwa seluruh catatan aspirasi masyarakat akan segera dirumuskan menjadi pokok pikiran dewan.

​"Apa yang sudah menjadi aspirasi warga dari beberapa kelurahan ini tentunya akan menjadi catatan pokok pikiran dewan dan selanjutnya disampaikan kepada pemerintah, baik dalam sidang maupun rapat komisi. Kita berharap persoalan ini dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah demi kemajuan pembangunan di Kota Kupang," pungkasnya, Kamis (6/8/2026).(mnt))


Baca juga :

Related Post