WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Reses III Mokrianus Lay Disambut Deretan Aspirasi Warga, dari Minyak Tanah hingga Pasar Airnona

Metronttdewa.com 05-08-2026 || 22:56:01

Reses Mokrianus Lay

Metrinewsntt.com, Kupang— Kelangkaan minyak tanah, kerusakan infrastruktur, hingga persoalan pasar tradisional menyambut pelaksanaan Reses III menyerap aspirasi masyarakat (Asmara) yang digelar legislator Partai Hanura, Mokrianus Lay. Kegiatan ini dipusatkan di RT 09/RW 03 Kelurahan Airmata dan RT 05/RW 02 Kelurahan Airnona pada Rabu (5/8/2026).

​Di Kelurahan Airmata, seorang warga bernama Robby mengungkapkan ironi di wilayahnya yang memiliki delapan pangkalan minyak tanah, namun warganya justru kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak tersebut.

 "Ada pangkalan di wilayah ini, tapi kami warga kesulitan dapat minyak tanah karena pangkalan yang ada lebih banyak menjual minyak tanah ke orang luar," ungkap Robby. Ia meminta DPRD sebagai perpanjangan tangan rakyat dapat berkoordinasi dengan pemerintah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk segera menggelar operasi atau penertiban terhadap pangkalan-pangkalan tersebut.

​Selain minyak tanah, Ketua RT setempat, Jibrael Wila, menyoroti infrastruktur bahu jalan yang sudah berlubang dan hampir patah akibat terjangan air hujan. "Kami minta perhatian soal tembok pengamanan jalan yang sudah hampir roboh agar dapat dikoordinasikan dengan pemerintah melalui dinas terkait untuk diperbaikinya, karena saat hujan nanti warga akan menjadi imbas," kata Jibrael. 

Sementara itu, Ketua RW setempat, Kale Weo, mengeluhkan persoalan sertifikat tanah serta mekanisme bantuan program bedah rumah senilai Rp20 juta. Menurutnya, warga disuruh membangun terlebih dahulu menggunakan dana pribadi, yang kemudian menjadi kendala karena seharusnya dana dicairkan terlebih dahulu sebelum pembangunan dimulai. Warga juga meminta tambahan penerangan lampu jalan di titik rawan yang kerap dijadikan tempat mengonsumsi minuman keras.

​Persoalan kelangkaan minyak tanah juga dirasakan warga Kelurahan Airnona. Tri Yohanes, warga setempat, menyampaikan bahwa pangkalan di wilayahnya lebih memprioritaskan warga dari luar, sehingga warga di RT 06, 07, dan RT 08 kesulitan memperoleh minyak tanah. Reses yang dihadiri anggota Komisi III DPRD Kota Kupang, Mokrianus Lay, serta Lurah Airnona, Jean Ratu, ini juga diwarnai permintaan warga agar dibangun pengaman jembatan (dekar) di jalur tikungan. Dewi Kirihi menyebut banyak kendaraan dari berbagai kelurahan mengalami kesulitan saat melintasi lokasi tersebut.

​Tidak hanya itu, warga Airnona juga mendesak agar Pasar Airnona dihidupkan kembali agar roda perekonomian masyarakat bisa berputar. "Kondisi pasar sudah tidak layak lagi. Kami mohon agar ada anggaran yang bisa diperjuangkan untuk diperbaiki menjadi layak," ujar Charles Ratu.

​Menanggapi keluhan kelangkaan minyak tanah, Mokrianus Lay meminta warga untuk memotret aktivitas pangkalan sebagai bukti otentik yang nantinya akan diteruskan ke dinas terkait untuk ditindaklanjuti secara tegas. Terkait infrastruktur, legislator yang akrab disapa Mokris ini menyatakan kesiapannya mengambil tindakan cepat. "Ya, untuk infrastruktur yang biayanya tidak terlalu besar, saya akan bantu material untuk diperbaiki. Sedangkan yang membutuhkan anggaran besar akan menjadi catatan melalui pokir untuk dikoordinasikan dengan dinas terkait," tegasnya.

​Dalam kesempatan tersebut, Mokris juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada warga Airmata dan Airnona atas dukungan suara yang mengantarkannya kembali duduk di kursi legislatif, di mana Kelurahan Airnona menyumbang lebih dari 200 suara. Ia menjelaskan bahwa Reses III ini memang difokuskan di beberapa titik di Kelurahan Airnona guna mendengar langsung aspirasi warga.

​Lurah Airnona, Jean Ratu, menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran sang legislator. Ia menilai kegiatan reses ini menjadi momentum emas bagi warganya untuk menyampaikan ide dan masukan langsung demi pembangunan di Kelurahan Airnona.(mnt)

 


Baca juga :

Related Post