Pose bersama
Metronewsntt.com, Kupang---Pasca silaturahmi ke lembaga penyelenggara pemilu dan pemerintah, DPC PKB Kota Kupang kini fokus menata rumah tangga partai. Di bawah komando Ketua DPC PKB, Satario Julius Pandie, rapat internal perdana yang digelar Kamis (30/7/2026) menjadi langkah awal persiapan pengukuhan pengurus sekaligus konsolidasi besar-besaran hingga ke tingkat ranting.
Rapat yang berlangsung di sekretariat lama ini dihadiri langsung oleh jajaran pengurus inti, yakni Ketua DPC Rio Pandie, Sekretaris Roy Riwu Kaho, serta Bendahara Anatji Ratu Kitu. Selain itu, hadir pula anggota Fraksi PKB di DPRD Kota Kupang, yaitu Roni Lotu dan Amin Laode, Deni Nenobais serta sejumlah pengurus ranting. Momentum ini juga dihadiri pula mantan anggota DPRD Kota Kupang, Domi Taosu.
Selain agenda konsolidasi, rapat tersebut menjadi sarana penyerahan aset dan laporan keuangan dari kepengurusan lama kepada kepengurusan yang baru.
Prosesi ini disaksikan langsung oleh Ketua Dewan Syuro DPC PKB Kota Kupang, Daniel Hurek, seorang tokoh senior yang memiliki rekam jejak mumpuni sebagai mantan Wakil Wali Kota Kupang sekaligus mantan anggota legislatif.
Ditemui usai kegiatan, Rio menjelaskan bahwa rapat ini mematangkan persiapan syukuran kantor sekretariat baru serta persiapan pengukuhan pengurus yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
Menurutnya, pengukuhan tersebut penting dilakukan karena pelantikan yang digelar di Jakarta pada 22 Juli lalu baru terbatas pada jajaran Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB).
Ia menegaskan bahwa setelah struktur kepengurusan tingkat kota resmi dikukuhkan, langkah selanjutnya adalah melakukan konsolidasi masif hingga ke tingkat ranting dan anak ranting untuk membentuk kepengurusan yang solid.
Terkait proses di tingkat bawah, Rio memastikan akan melakukan evaluasi terhadap struktur yang ada dengan mengisi posisi yang kosong serta tetap mempertahankan kader potensial yang selama ini telah berkontribusi.
Ia juga memastikan bahwa dalam penyusunan kepengurusan ini, pihaknya berkomitmen penuh memenuhi kuota 30 persen keterwakilan perempuan.(mnt)