Potret pemantauan infrastruktur jalan oleh komoso III DPRD Kota Kupang
Metronewsntt.com, Kupang – Sebagai bentuk fungsi pengawasan terhadap pembangunan daerah, Komisi III DPRD Kota Kupang melakukan peninjauan lapangan terhadap sejumlah proyek infrastruktur jalan dan drainase di Kota Kupang, Selasa (21/7/2026). Langkah ini merupakan respons cepat dewan atas keluhan masyarakat dan pengamatan langsung terhadap kondisi infrastruktur yang memprihatinkan.
Sidak tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi III, Maria R. Uta Teku, didampingi Sekretaris Komisi, Meirlon Fanggidae, serta anggota komisi lainnya yakni Daniel Bolling, Ikhzan Darwis, Dicky Tallo, dan Mokrianus Lay. Dalam peninjauan tersebut, hadir pula Kepala Dinas PUPR Kota Kupang, Maxi Dethan, bersama Kabid Bina Marga, Yohanes Pu'u.
Lokasi yang ditinjau meliputi RT 14 dan Jalan Cabang Air di Kelurahan Fatululi, Jalan Bakti Karang di Kelurahan Fatululi (RT 1 dan RT 7), kawasan TPI Oeba beserta akses masuk pasar, serta Jalan Penkase Raya di Kecamatan Alak. Di lapangan, Komisi III menemukan sejumlah masalah mendesak, seperti kebutuhan pembuatan sumur resapan di RT 14 dan RT 1 Fatululi untuk mengatasi genangan air yang kerap merendam rumah warga saat musim hujan.
Selain itu, perbaikan jalan berlubang di Jalan Cabang Air serta pembangunan bahu jalan di Jalan Bakti Karang RT 7 dinilai sangat vital untuk mencegah kerusakan jalan yang lebih luas. Khusus untuk area TPI Oeba, kondisi jalan yang rusak parah telah menjadi keluhan lama warga.
Anggota Komisi III, Mokrianus Lay, menegaskan kepada Dinas PUPR agar perbaikan jalan akses utama TPI ini dapat segera direalisasikan pada anggaran perubahan tahun ini. Menurutnya, karena Kadis PUPR telah melihat langsung kondisinya, diharapkan tindak lanjut dapat segera dilakukan demi kelancaran aktivitas ekonomi warga.
Sorotan tajam juga diarahkan pada Jalan Penkase Raya di Alak. Legislator PAN, Dicky Tallo, mendesak pemerintah agar di anggaran perubahan ini jalan tersebut sudah dapat dikerjakan secara tuntas. Ia menyoroti dampak kesehatan dan ekonomi akibat debu yang tak kunjung teratasi.
"Pada awalnya penimbunan tanah putih pada jalan berlubang tersebut untuk mengerjakan jalan aspal, namun dibiarkan begitu saja tanpa ada lanjutannya sehingga debu dari timbunan itu yang sangat mengganggu masyarakat," katanya.
Dicky menambahkan bahwa kondisi ini memaksa warga dan pelaku UMKM setempat untuk menutup usahanya karena debu tanah putih tersebut sangat mengganggu pernapasan dan aktivitas harian.
Ia berharap pemerintah segera melakukan pengaspalan (hotmix) agar warga tidak lagi dikepung debu.
Terkait seluruh temuan tersebut, Sekretaris Komisi III, Meirlon Fanggidae, berharap titik-titik yang telah dipantau bersama dapat diakomodasi dalam anggaran perubahan tahun ini.
Senada dengan hal tersebut, anggota komisi Daniel Bolling menyoroti pentingnya pemasangan bahu jalan pada ruas hotmix di RT 7 agar struktur jalan yang mulai patah akibat tingginya tepian jalan tidak mengalami kerusakan yang lebih parah.
Pihak Dinas PUPR yang hadir di lokasi menyatakan menjadi catatan untuk selanjutnya dengan melakukan perhitungan teknis agar perbaikan infrastruktur di lokasi-lokasi tersebut dapat segera terwujud.(mnt)
Respon Cepat Damkar Kupang: Ular Sanca 2 Meter Berhasil Dievakuasi dari Rumah Warga
Metromewsntt.com, Kupang---Kehadiran tamu tak diundang membuat geger warga di Jalan Noemuti No. 10, RT 05/RW 02, Kelurahan Naikoten 1, Kecamatan Kota Raja, pada Selasa (21/7/2026).
Seekor ular sanca Timor sepanjang 2 meter kedapatan menyelinap masuk ke dalam rumah warga, memicu kepanikan penghuni rumah.
Merespons laporan tersebut, tim dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Kupang bergerak dengan sigap. Kepala Bidang Pengendalian Operasi Pemadaman dan Penyelamatan Kota Kupang, Tomas Aquino Huwa, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan warga pada pukul 13:18 Wita. Hanya berselang satu menit, tim langsung bergerak menuju lokasi menggunakan unit kendaraan dan tiba tepat pada pukul 13:23 Wita.
Setibanya di lokasi, tim tidak membuang waktu dan segera melakukan operasi evakuasi. Berkat profesionalisme dan kesigapan petugas, ular sanca sepanjang 2 meter tersebut berhasil diamankan hanya dalam waktu singkat, tepatnya pada pukul 13:24 Wita.
"Setelah tiba di lokasi, tim langsung bergerak melakukan evakuasi. Tidak sampai setengah jam, ular berhasil diamankan," ujar Tomas.
Usai memastikan situasi kembali aman dan terkendali, tim segera bergegas kembali ke kantor pada pukul 13:25 Wita dan tiba dengan selamat di markas pada pukul 13:29 Wita.
Keberhasilan evakuasi yang cepat ini pun
mendapat apresiasi, sekaligus menjadi pengingat bagi warga untuk tetap waspada terhadap keberadaan satwa liar di sekitar lingkungan rumah dan segera menghubungi pihak berwenang jika membutuhkan pertolongan. (mnt)