WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Harapan Baru Pendidikan di Kabupaten Kupang: Bupati Kupang Buka MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1

Metronttdewa.com 15-07-2026 || 00:06:46

Bupati Kupang, Yosef Lede memakai tanda pengenal bagi salah seorang siswa sebagai tanda dibukanya MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Kupang, Selasa (14/7/2026).

​Metronewsntt.com, Oelamasi– Semangat optimisme menyelimuti Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, saat Bupati Kupang, Yosef Lede, secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Kupang, Selasa (14/7/2026).

 Kehadiran sekolah ini menjadi momentum penting sekaligus penegasan komitmen daerah dalam mengawal visi besar Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terkait penyelenggaraan Sekolah Rakyat sebagai akses pendidikan yang adil bagi seluruh anak bangsa.

​Dalam sambutannya, Bupati Yosef Lede menekankan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar institusi pendidikan, melainkan wujud nyata kehadiran negara bagi masyarakat yang membutuhkan. Ia menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Kupang terhadap program strategis nasional ini. 

"Kami mendukung program pemerintah pusat seratus persen, bahkan satu juta persen. Ini adalah solusi nyata bagi anak-anak yang selama ini terpaksa putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi keluarga," ujar Yosef Lede dengan penuh semangat.

​Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat didesain sebagai instrumen strategis untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem. Dengan sistem pendidikan berasrama yang memperhatikan kenyamanan dan pembinaan karakter, negara mengambil alih tanggung jawab pemenuhan kebutuhan pendidikan sehingga beban ekonomi keluarga dapat diringankan. Kepada para pendidik dan pengasuh, ia berpesan untuk memberikan pelayanan yang humanis.

 "Rawatlah anak-anak ini seperti anak sendiri. Berikan kasih sayang, perhatian, dan pendampingan yang baik agar mereka merasa nyaman serta bahagia dalam menuntut ilmu," pesannya.

​Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Kupang, Filpina Kale, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi tonggak sejarah seiring dengan perubahan nomenklatur sekolah yang sebelumnya berada di bawah Sentra Efata dengan nama Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang.

 Filpina menyoroti inovasi dalam sistem rekrutmen siswa yang dilakukan melalui mekanisme penjangkauan langsung (outreach) dengan melibatkan Balai Pendidikan Masyarakat, Sentra Efata, Dinas Sosial, serta pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Hal ini dilakukan untuk memastikan bantuan pendidikan benar-benar tepat sasaran kepada anak-anak yang membutuhkan.

​Filpina juga menyampaikan harapannya terkait kolaborasi berkelanjutan, terutama dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kupang, dalam hal fasilitasi ijazah bagi lulusan angkatan pertama tahun ajaran 2025/2026, serta sinergi bersama pemerintah kecamatan dan desa dalam menjaga kondusivitas lingkungan sekolah.

​Acara pembukaan MPLS berlangsung khidmat, ditandai dengan pengetukan mikrofon dan penyematan kartu identitas secara simbolis oleh Bupati Yosef Lede kepada perwakilan peserta didik baru. 

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala BPBPK NTT Didik Wahyudi, Kepala Satuan Kerja Istiadi Nugroho, perwakilan Kementerian Sosial RI, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kupang Yulius Taklal, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang Marthen Rahakbauw, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kupang Aprion Lona, Camat Kupang Tengah, Kepala Desa Oelnasi, serta para orang tua siswa. (mnt)


Baca juga :

Related Post