Anggota DPRD Kota Kupang, Mokrianus Lay
Metronewsntt.com, Kupang – Di balik hiruk-pikuk aktivitas jual beli di TPI Oeba, terselip perjuangan getir para nelayan dan warga yang harus melintasi akses jalan rusak parah. Terkepung debu saat kemarau dan terjebak lumpur kala hujan, infrastruktur di pusat ekonomi ini kini mendesak untuk segera dibenahi.
Kondisi jalan yang menjadi urat nadi bagi masyarakat nelayan di Kota Kupang tersebut dinilai sudah tidak lagi layak. Anggota DPRD Kota Kupang dari Partai Hanura, Mokrianus Lay, kembali menyoroti kondisi jalan TPI Oeba ini saat diwawancarai awak media di Kantor DPRD Kota Kupang.
Ia menyayangkan minimnya perhatian pemerintah terhadap sarana pendukung ekonomi yang vital tersebut.
"Kondisi jalannya sudah tidak layak lagi. Kita semua tahu bahwa TPI adalah pusat perekonomian bagi nelayan. Sangat disayangkan jika sarana pendukung utama seperti akses jalan justru dibiarkan dalam kondisi memprihatinkan seperti ini," ujar Mokri sapaan akrabnya kepada media, Jumat (10/7/2026).
Lebih lanjut, Legialstor Hanura itu mengungkapkan bahwa penderitaan warga yang melintas di jalur tersebut sangat nyata. Mereka harus terus-menerus berhadapan dengan debu putih yang menyesakkan saat musim kemarau, dan berjuang melawan kubangan lumpur serta licinnya jalan saat musim hujan tiba.
Persoalan ini telah disampaikan secara resmi oleh Mokrianus dalam rapat komisi bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang. Ia berharap aspirasi masyarakat ini dapat segera diakomodasi melalui anggaran perubahan tahun ini.
"Kami sangat berharap Pemerintah Kota Kupang, melalui Dinas PUPR, dapat segera melakukan perbaikan. Jangan biarkan warga terus-menerus kesulitan saat hendak mencari nafkah di TPI," pungkas anggota komisi III tersebut. (mnt)