Penyeeqhan bantuan oleh anggota DPRD Kota Kupang, Vicky Dimoe Heo kepada Plt Lurah Lasiana
Metronewsntt.com, Kupang– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang yang juga menjabat sebagai Ketua Bapemperda, Victor Arnoldus Yansenss Dimoe Heo, secara resmi menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kota Kupang. Apresiasi ini diberikan atas realisasi pendistribusian alat Antropometri Kit digital terbaru kepada para kader posyandu di wilayah Kecamatan Kelapa Lima.
Langkah taktis Pemerintah Kota Kupang ini dinilai sebagai respons konkret terhadap aspirasi masyarakat dan lembaga legislatif yang selama ini konsisten mendorong standarisasi alat ukur, guna memastikan validitas dan akurasi data stunting di lapangan.
Dalam keterangannya, Victor menegaskan bahwa ketepatan alat ukur adalah fondasi utama dalam menentukan intervensi gizi yang tepat bagi anak-anak.
"Apresiasi yang tinggi saya sampaikan kepada pemerintah. Dengan adanya Antropometri Kit digital ini, para kader posyandu di Kelapa Lima kini memiliki instrumen yang presisi untuk mendeteksi dini gejala stunting pada balita. Hal ini meminimalisir risiko kesalahan data yang selama ini mungkin terjadi akibat penggunaan alat ukur konvensional," ujar Victor.
Lebih lanjut, legislator Kota Kupang tersebut memberikan penghargaan khusus atas sinergi yang terbangun antara jajaran aparatur kewilayahan dan sektor kesehatan di lapangan.
"Terima kasih yang sebesar-besarnya saya sampaikan kepada Bapak Lurah Oesapa Oesapa, Kiai Kia. A.Md dan Plt Lurah Lasiana Lasiana, Yohanes F. L. Keluli atas komitmennya dalam mengawal serta memfasilitasi program kesehatan ini di tingkat kelurahan. Apresiasi luar biasa juga saya tujukan kepada Ibu dr. Olvian Manafe selaku Kepala Puskesmas Oesapa beserta seluruh jajaran tenaga medis atas kerja kerasnya," ungkapnya.
Menurut Victor, kolaborasi solid antara lurah selaku pemangku kebijakan wilayah, Kepala Puskesmas sebagai motor pelayanan medis, dan kader posyandu sebagai garda terdepan, merupakan kunci utama keberhasilan penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) di Kota Kupang.
Ia berharap, distribusi fasilitas penunjang yang semakin memadai ini dapat meningkatkan motivasi para kader untuk lebih optimal dalam melakukan skrining kesehatan berkala. Upaya ini diyakini mampu terus menekan prevalensi stunting di Kota Kupang yang saat ini menunjukkan tren positif di angka 16,6 persen. (mnt)