Pimpinan DPRD Kota Kupang, Ketua DPRD Richard Odja dan Wakil Ketua, Yeskiel Loudoe
Metronewsntt.com, Kupang – Ketua DPRD Kota Kupang, Richard Odja, menekankan pentingnya optimalisasi program "Saboak" sebagai motor penggerak ekonomi lokal yang berbasis pada partisipasi aktif masyarakat dan pelaku UMKM.
Menurut legislator Partai Gerindra tersebut, program yang kini menjadi kebanggaan Kota Kupang ini harus terus didukung dengan pengelolaan yang lebih komprehensif, khususnya dalam mengatur alur partisipasi UMKM agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh para pelaku usaha.
Pemerintah Kota Kupang diharapkan dapat menata alur masuk UMKM dengan lebih baik sehingga seluruh pihak mendapatkan kesempatan yang sama untuk terlibat dan fokus pada pengembangan kualitas event tersebut.
Richard menyoroti status Saboak sebagai program non-APBD yang mampu mencetak prestasi bagi daerah, sehingga ia mendorong adanya kolaborasi strategis dengan pihak perbankan melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk mendukung keberlanjutan program tersebut.
Ia menilai, harga produk yang relatif terjangkau di tengah situasi ekonomi saat ini telah menjadikan Saboak sebagai momentum penting bagi masyarakat, sekaligus peluang bagi pengusaha lokal untuk meningkatkan kapasitas bisnis mereka.
Dalam upaya menjaga kenyamanan dan keamanan pengunjung, Richard menekankan perlunya pembenahan sarana dan prasarana di lokasi kegiatan.
Ia secara khusus menyoroti pentingnya penataan area parkir agar tidak menimbulkan kemacetan, serta memastikan fasilitas pendukung lainnya seperti toilet, sistem tata suara, dan penerangan tersedia serta berfungsi dengan baik.
Menurutnya, pemenuhan fasilitas penunjang tersebut sangat krusial mengingat tingginya aktivitas masyarakat di lokasi tersebut demi menjamin kenyamanan seluruh pengunjung.
Dukungan serupa datang dari Wakil Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe, yang menegaskan bahwa keberlangsungan program Saboak sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah dan para pelaku usaha untuk terus berinovasi.
Ia menekankan perlunya pengawasan ketat terhadap operasional di lapangan untuk memastikan program tetap efektif dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
Lebih lanjut, Yeskiel menyampaikan harapannya agar kegiatan ekonomi di Saboak tidak terbatas hanya pada akhir pekan. Ia menilai bahwa penambahan durasi operasional akan sangat membantu perputaran ekonomi bagi pelaku usaha.
"Saya berharap kegiatan ekonomi di Saboak tidak hanya dua hari, jika perlu dilakukan seminggu penuh agar perputaran ekonomi bagi para pelaku UMKM dapat berjalan dengan baik. Kasihan bagi pelaku UMKM harus menunggu Sabtu dan Minggu baru bisa menjajakan jualan mereka," tegas legislator PDI Perjuangan tersebut, Rabu (24/6/2026) di Kantor DPRD Kota Kupang..(mnt)