WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Waspada Kebakaran: Langkah Pencegahan Penting di Tengah Cuaca Ekstrem Kota Kupang

Metronttdewa.com 15-06-2026 || 17:40:48

Kadis Damkar dan Penyelamatan Kota Kupang, Berto Geru

Metronewsntt.com, ​Kupang – Menghadapi kondisi cuaca panas yang disertai hembusan angin kencang, Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Kupang mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran.

​Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Kupang, Berto Geru, saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin (15/6/2026), menekankan bahwa kombinasi suhu tinggi dan angin kencang sangat rawan memicu penyebaran api. 

Masyarakat diminta untuk lebih disiplin, terutama terkait aktivitas yang melibatkan api, seperti membuang puntung rokok yang harus dipastikan benar-benar padam serta menghindari pembakaran sampah di halaman rumah maupun di lahan-lahan kosong.

​Berdasarkan data yang dihimpun, sepanjang bulan Juni 2026 telah terjadi 20 kasus kebakaran. Mayoritas insiden tersebut merupakan kebakaran lahan kosong sebanyak 19 kasus, sementara satu kasus lainnya adalah kebakaran bangunan rumah.

 Berto menjelaskan bahwa pemicu utama kebakaran lahan selama periode ini rata-rata disebabkan oleh kelalaian warga saat membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan, sehingga ia menegaskan pentingnya sikap kehati-hatian dari setiap warga.

​Sebagai langkah pencegahan, warga diminta untuk tidak meninggalkan sumber panas atau api seperti kompor, setrika, atau lampu minyak tanpa pengawasan. Walaupun data di bulan Juni kebakaran rumah hanya satu, namun langkah pencegahan menjadi hal penting, untuk itu warga diminta agar selalu memperhatikan sumber panas atau api.

 Penggunaan perangkat listrik juga harus diperhatikan; warga diimbau agar tidak membiarkan lampu menyala dalam waktu terlalu lama, menghindari penggunaan stop kontak yang bertumpuk, serta tidak menggunakan ponsel saat sedang diisi daya, terutama jika diletakkan di atas tempat tidur. Selain itu, orang tua diminta untuk selalu mengawasi anak-anak agar tidak bermain dengan korek api atau lilin menyala.

​Di samping penanganan kebakaran, Berto menambahkan bahwa Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Kupang juga aktif melayani berbagai kebutuhan penyelamatan non-kebakaran. Tercatat sudah ada 10 kasus penyelamatan yang ditangani, di mana mayoritas laporan berkaitan dengan evakuasi hewan berbisa seperti ular yang masuk ke pemukiman warga, serta bantuan pelepasan cincin yang tersangkut pada jari.(mnt)


Baca juga :

Related Post