Wakil Bupati Kupang, Aurum Titu Eki
Metronewsntt.com Oelamasi– Semangat melestarikan kearifan lokal terpancar kuat saat Wakil Bupati Kupang, Aurum Titu Eki, menghadiri puncak perayaan Bulan Budaya dan Bahasa Jemaat GMIT Sontetus Oe’ika. Bertempat di Gedung Kebaktian Jemaat Sontetus Oe’ika, Desa Baumata Utara, Kecamatan Taebenu, pada Kamis (4/6/2026) pagi, kegiatan ini bukan sekadar seremoni gerejawi, melainkan sebuah gerakan kultural yang dinilai sangat bermartabat dan sarat akan makna.
Dalam sambutannya, Wabup Aurum menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan jemaat yang telah sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan tersebut.
Ia menekankan bahwa Bulan Budaya dan Bahasa merupakan langkah strategis untuk memperkuat identitas masyarakat di tengah arus perubahan sosial yang terus berlangsung. Menurutnya, menjaga memori kolektif dan akar sejarah adalah bagian dari investasi masa depan yang harus terus dirawat.
Pemerintah Kabupaten Kupang menempatkan kebudayaan sebagai instrumen vital dalam pembangunan daerah. Wabup Aurum menegaskan bahwa inisiatif yang dilakukan Jemaat Sontetus Oe’ika sejalan dengan arah kebijakan pemerintah, yakni melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan nilai-nilai budaya lokal sebagai kekuatan utama dalam membangun daya tahan sosial masyarakat.
Ia memandang masyarakat Desa Baumata Utara, yang mayoritas berprofesi sebagai petani, memiliki kedekatan unik dengan alam dan tradisi leluhur yang patut terus dijaga.
Dalam suasana yang hangat, Aurum turut berbagi refleksi tentang indahnya kebhinekaan. "Hari ini saya datang ke Taebenu, sementara saya orang Fatuleu. Saya mengenakan baju bermotif Rote, dan tadi saya dikalungkan kain tenun Sabu oleh warga Taebenu. Ini adalah potret perbedaan yang luar biasa indah dan harmonis," ucapnya dengan bangga.
Selain itu, Wabup Aurum menyambut sangat positif upaya penelusuran sejarah dan asal-usul masyarakat Baumata yang dilakukan oleh Tim Pascasarjana Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang.
Baginya, pendokumentasian sejarah lokal merupakan investasi intelektual dan kebudayaan yang krusial agar nilai-nilai luhur tidak hilang, namun dapat diwariskan secara utuh kepada generasi penerus.
Pemerintah Kabupaten Kupang pun berkomitmen untuk terus mendukung kolaborasi lintas sektor antara gereja, lembaga pendidikan, komunitas budaya, dan masyarakat dalam upaya pelestarian ini.
Kegiatan yang dirangkaikan dengan berbagai perlombaan budaya dan workshop bahasa daerah ini menjadi ruang refleksi kolektif mengenai pentingnya menjaga identitas budaya sebagai fondasi pembangunan masyarakat yang berkarakter dan berdaya saing.
Hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Majelis Sinode GMIT Pdt. Lay Abdi Karya Weni, Kabag Pemerintahan Setda Kabupaten Kupang Jane Paoh, Dosen Antropologi UKAW Dr. Lince Pellu, Camat Taebenu Rolanda Pelondou, serta kepala desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat setempat.(mnt)