WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Serena Francis: Saatnya Pemuda Jadi Pemain, Bukan Penonton Perubahan

Metronttdewa.com 01-06-2026 || 17:27:53

Wakil Walikota Kupang, Serena Francis sedang melakukan penanaman mangrov

Metronewsntt.com, Kupang– Masa depan Kota Kupang tidak akan dibangun oleh mereka yang sekadar pandai beretorika, melainkan oleh generasi muda yang berani turun tangan. Pesan tegas ini disampaikan Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, saat menyapa puluhan anak muda, pelajar, dan pegiat lingkungan dalam kegiatan “Youth in Action: Bumi Bersih, Rupiah Bermakna, untuk Kupang Lebih NAMAS” di Kawasan Pantai Mangrove Oesapa Barat, Sabtu (30/5/2026).

​Kegiatan yang diinisiasi oleh Yayasan Cita Masyarakat Madani bersama Indonesian Youth Advisory Kupang dan Bank Indonesia ini bukan sekadar seremoni. Para peserta langsung terlibat dalam aksi nyata, mulai dari pembersihan pesisir, penanaman mangrove, hingga edukasi mengenai literasi keuangan.

 Serena mengaku bangga melihat antusiasme peserta yang tak ragu untuk terlibat langsung. Baginya, inilah potret pemuda yang dibutuhkan Kupang saat ini. Ia merasa senang karena banyak anak muda yang hadir bukan hanya untuk mendengarkan teori, tetapi langsung menciptakan perubahan itu sendiri.

​Dalam kesempatan tersebut, Serena memberikan apresiasi khusus bagi para siswa sekolah dasar yang hadir sejak pagi.

 Menurutnya, kesadaran menjaga lingkungan harus dipupuk melalui kebiasaan sederhana seperti membawa botol minum sendiri dan membuang sampah pada tempatnya. Ia menekankan bahwa jika kebiasaan ini ditanamkan sejak dini, maka generasi mendatang akan tumbuh menjadi sosok yang memiliki tanggung jawab besar atas kebersihan dan keberlangsungan kota.

​Serena juga mengingatkan bahwa isu perubahan iklim dan persoalan sampah bukanlah tantangan masa depan, melainkan realitas yang harus dihadapi saat ini. Baginya, ketika kita berbicara tentang lingkungan, kita sebenarnya sedang berbicara tentang masa depan kita sendiri. Karena masyarakat adalah pihak pertama yang merasakan dampaknya, ia mengajak anak muda untuk tidak menunggu orang lain bergerak, melainkan memulai dari diri sendiri.

 Ia pun memaknai tema “Kupang Lebih NAMAS” bukan sekadar kebersihan fisik, melainkan simbol kepedulian, kebersamaan, dan semangat gotong royong dalam merawat kota.

​Lebih lanjut, Serena menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang berkomitmen untuk selalu membuka ruang kolaborasi bagi komunitas anak muda, khususnya dalam program lingkungan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Ia percaya bahwa anak muda bukan sekadar penerus masa depan, melainkan penentu arah masa depan itu sendiri.

​Senada dengan hal tersebut, perwakilan Yayasan Cita Masyarakat Madani, Sapris Takain, serta Presidium Indonesian Youth Advisory Kupang, Amandus Sali Kofi, berharap kegiatan ini dapat memperkuat jejaring antar komunitas agar terus memberikan kontribusi positif bagi Kota Kupang. Kegiatan tersebut ditutup dengan aksi simbolis penanaman bibit mangrove di pesisir Oesapa Barat oleh Wakil Wali Kota bersama para peserta sebagai wujud nyata komitmen menjaga ekosistem bagi generasi mendatang.(mnt)


Baca juga :

Related Post