WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Peringatan HLUN 2026: Mensos Saifullah Yusuf Dorong Reformasi Data dan Akselerasi Sekolah Rakyat

Metronttdewa.com 01-06-2026 || 16:41:50

Menteri Sosial bersama Gubernur NTT dan Bupati Kupang

Metronewsntt.com ​Kupang – Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026 yang berlangsung di Aula Eltari, Kupang, Minggu (31/5/2026), menjadi panggung bagi pemerintah pusat dan daerah untuk menegaskan komitmen pada reformasi sosial melalui akurasi data serta pendidikan bagi masyarakat prasejahtera.

 Mengusung tema "Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh di Nusa Tenggara Timur", kegiatan ini dihadiri langsung oleh Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf, bersama jajaran penting seperti Anggota DPR RI N. M. Dipo Nusantara Pua Upa, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Bupati Kupang Yosef Lede, serta Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo.

​Di hadapan para tamu undangan, Menteri Sosial yang akrab disapa Gus Ipul menekankan bahwa ketepatan sasaran bantuan sosial adalah prioritas utama pemerintah saat ini. 

Melalui Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), pemerintah berupaya memperbaiki validitas data sebagai fondasi pembangunan. 

Gus Ipul secara terbuka mengakui adanya tantangan bantuan sosial yang belum sepenuhnya tepat sasaran di masa lalu, sehingga reformasi data yang dikelola BPS dengan dukungan lintas sektor menjadi agenda krusial untuk memastikan kesejahteraan masyarakat dapat terukur dengan baik.

​Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyambut positif kolaborasi ini. Ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi bersama kabupaten dan kota di NTT berkomitmen penuh dalam proses pemutakhiran data sosial ekonomi agar setiap bantuan dari pemerintah benar-benar diterima oleh mereka yang paling membutuhkan.

​Selain isu data, suasana haru dan bangga mewarnai acara saat para siswa Sekolah Rakyat Menengah 19 Kupang tampil menunjukkan bakat mereka. 
Anak-anak yang dulunya menghadapi berbagai keterbatasan—mulai dari masalah gizi hingga kurangnya kepercayaan diri dan kini tampil memukau dengan kemampuan menari, menyanyi, serta kefasihan berkomunikasi dalam bahasa Inggris dan Arab. Gus Ipul memberikan apresiasi tinggi kepada para guru atas dedikasi mereka dalam mendampingi para siswa, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat hadir sebagai bukti kehadiran negara untuk memastikan anak-anak dari keluarga miskin memiliki kesempatan yang sama dalam meraih masa depan.

​Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif strategis Presiden untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan berasrama. 

Dalam kunjungan kerjanya, Gus Ipul juga meninjau langsung progres pembangunan fisik Sekolah Rakyat Menengah 19 Kupang di Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah. Saat ini, pembangunan gedung permanen tersebut telah mencapai 75% dan diproyeksikan mampu menampung hingga 1.000 siswa.
​Bupati Kupang, Yosef Lede, menyatakan dukungan penuh terhadap keberadaan sekolah ini. 

Menurutnya, Sekolah Rakyat adalah jawaban konkret atas persoalan keterbatasan akses pendidikan yang selama ini membelenggu keluarga kurang mampu di wilayahnya. Dengan sinergi antara perbaikan data yang akurat dan penyediaan akses pendidikan berkualitas, pemerintah optimistis bahwa Indonesia dapat melahirkan generasi penerus yang tangguh, dimulai dari upaya nyata di Nusa Tenggara Timur.(mnt)


Baca juga :

Related Post