WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Pesan Menohok Kapolres Kupang: Gaji Sudah Cukup, Stop Peras Masyarakat!

Metronttdewa.com 18-05-2026 || 20:29:46

Kupang AKBP Rudy Junus Jacob Ledo, S.I.K., S.H

Metronewsntt.com, Oelamasi--Suasana apel pagi di Mako Polres Kupang pada Senin (18/5/2026) terasa berbeda dari biasanya. Di hadapan seluruh personel yang hadir dengan penuh perhatian dan kedisiplinan, Kapolres Kupang AKBP Rudy Junus Jacob Ledo, S.I.K., S.H., menyampaikan arahan mendalam yang memadukan ketegasan hukum, efisiensi kerja, hingga pesan spiritualitas.

 Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat harus benar-benar membawa rasa aman serta manfaat nyata, sehingga seluruh anggota diminta untuk membuang jauh-jauh mentalitas cepat puas dalam memberikan pelayanan.

​Namun, yang paling mencuri perhatian dalam apel tersebut adalah penegasan Kapolres mengenai integritas keuangan institusi. Dengan suara lantang, ia melarang keras adanya tindakan penyalahgunaan wewenang, terutama praktik pungutan liar atau pemerasan terhadap warga.

 Beliau mengingatkan bahwa gaji yang diterima oleh setiap personel dari negara sudah diukur secara adil untuk mendanai tugas pelayanan mereka, sehingga tidak ada alasan bagi anggota untuk merugikan masyarakat yang seharusnya dilindungi.

​Menariknya, Kapolres Kupang juga mengajak personelnya untuk mengubah pola pikir (mindset) menjadi lebih hemat dan produktif melalui hal-hal sederhana di lingkungan kerja.

Ia menyentil kebiasaan membuang nasi jatah makan personel piket secara sia-sia. Menurutnya, nasi sisa tersebut seharusnya bisa dikelola dengan baik untuk pakan ternak itik dan ayam yang saat ini sedang dibudidayakan di kawasan Ekowisata Tantya Sudhirajati Polres Kupang, sebagai bukti bahwa kepedulian terhadap hal kecil bisa membawa manfaat ekonomi yang nyata.

​Sebagai penutup arahan yang diikuti oleh jajaran pejabat utama, perwira, brigadir, hingga ASN Polres Kupang ini, sebuah pesan teologis yang kuat turut dititipkan. Kapolres mengingatkan agar dalam mencari nafkah dan menjalankan tugas, aspek ketuhanan tidak boleh dikesampingkan. 

Ia menegaskan dengan penuh ketegangan moral bahwa setiap anggota harus menjaga diri agar jangan sampai memberikan persembahan kepada Tuhan yang berasal dari hasil kerja kotor, karena hal itu merupakan sebuah kekejian di hadapan-Nya. Rangkaian pesan humanis sekaligus tegas ini diharapkan menjadi alarm pengingat bagi seluruh personel untuk selalu bekerja dengan hati nurani dan menjaga marwah institusi Bhayangkara.(mnt)


Baca juga :

Related Post