Kadis Damkar dan Penyelamatan Kota Kupang, Berto Geru
Metronewsntt.com, Kupang – Masyarakat Kota Kupang diminta meningkatkan kewaspadaan ekstra seiring dengan datangnya musim kemarau. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Kupang mencatat adanya lonjakan kasus kebakaran yang cukup signifikan, terutama dalam dua bulan terakhir. Berdasarkan data resmi yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Damkarmat Kota Kupang, Bartolomeus Geru, tercatat total 23 kejadian kebakaran dan 73 aksi penyelamatan non-kebakaran sepanjang periode Januari hingga Mei 2026.
Tren kejadian kebakaran menunjukkan kenaikan yang sangat tajam. Jika pada bulan Maret hanya tercatat satu kasus, angka ini melonjak menjadi 7 kasus di bulan April dan mencapai puncaknya pada bulan Mei dengan 11 kejadian kebakaran. Kepala Dinas Damkarmat, Berto Geru, menjelaskan bahwa fenomena ini dipicu oleh vegetasi yang mulai mengering serta hembusan angin kencang yang mempercepat perambatan api.
"Kami menghimbau masyarakat Kota Kupang untuk berwaspada terhadap bahaya kebakaran di musim panas ini. Jangan membakar sampah di sembarang tempat. Kemarin ada penanganan kebakaran akibat warga membakar sampah persis di bawah kabel listrik yang berisiko besar jika tidak segera ditangani," tegas Berto sapaan akrabnya saat memberikan keterangan kepada media, Senin (11/5/2026).
Dari total 23 kejadian kebakaran, pembakaran lahan kering atau rumput menjadi penyebab dominan dengan 12 kasus. Selain pemadaman api, tim Damkarmat juga menunjukkan peran vital dalam aksi penyelamatan non-kebakaran yang jumlahnya mencapai 73 operasi. Aksi ini didominasi oleh evakuasi satwa berbahaya seperti 34 ekor ular dan 7 sarang lebah, hingga bantuan darurat pelepasan 20 cincin yang menjepit jari warga.
Menutup keterangannya, Berto Geru menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam melaporkan potensi bahaya sejak dini.
"Saya meminta warga untuk segera melaporkan setiap potensi titik api sebelum membesar, mengingat kondisi rumput yang kering saat ini sangat mudah memicu api merambat dengan cepat," tambahnya.
Sebagai langkah preventif, Dinas Damkarmat terus menggencarkan edukasi ke instansi pendidikan. Sosialisasi kepada guru dan siswa diharapkan mampu meningkatkan kesadaran sejak dini dan memutus rantai kelalaian yang dapat memicu kebakaran besar di lingkungan pemukiman maupun lahan terbuka.(mnt)