WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Konsulat Australia dan AJI Denpasar Bekali Jurnalis Kemampuan AI Generatif Terbaru

Metronttdewa.com 08-05-2026 || 17:29:50

Lachlan Norton, Konsul Australia untuk Diplomasi Publik di Bali sedang memnerikan sambutan pada cara lokakarya

Metronewsntt.com, ​Denpasar – Konsulat Jenderal Australia di Bali kembali menunjukkan dukungannya terhadap penguatan kapasitas pers Indonesia melalui penyelenggaraan lokakarya satu hari tentang "Transformasi Digital Berbasis AI". Acara yang ditujukan bagi praktisi media dari wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) ini merupakan hasil kolaborasi strategis dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar.

​Lokakarya ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai arsitektur serta kemampuan instrumen Kecerdasan Buatan (AI) generatif yang tengah berkembang pesat. Sebagai edisi ketiga setelah kesuksesan program serupa pada tahun 2024 dan 2025, inisiatif ini menjadi langkah konkret dalam memastikan jurnalis lokal memiliki keunggulan kompetitif di era digital.

​Bapak Lachlan Norton, Konsul Australia untuk Diplomasi Publik di Bali, membuka acara tersebut secara resmi mewakili Konsul-Jenderal Australia di Bali, Ibu Jo Stevens. Dalam pidato pembukaannya, beliau menekankan pentingnya peran media dalam menjaga kesehatan demokrasi.

​"Sektor media yang bebas dan dinamis memperkuat demokrasi dan membantu melawan berita palsu serta hoaks. Sangat penting bagi mereka yang bekerja di media untuk memahami kemampuan alat AI dan bagaimana berinteraksi dengannya secara etis," ujar Konsul Norton dalam acara pembukaan kegiatan lokakarya yang digelar, Jumat (8/5/2026) di Hotel Grand Santhi  Denpasar. 


Ia menambahkan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari komitmen Australia dalam mendukung pengembangan sektor media yang profesional dan berkelanjutan di Indonesia serta kawasan regional.

​Program tahun ini menghadirkan perspektif dari para pakar di bidangnya. Hadir sebagai narasumber yaitu Ibu Ika Ningtyas, reporter senior yang juga merupakan anggota Dewan Penasihat dan Legislatif AJI Indonesia, serta Bapak A.A. Ngurah Bagus Kesuma Yudha, seorang akademisi sekaligus influencer media kreatif dari Bali. Keduanya berbagi wawasan mengenai implementasi AI dalam operasional media serta batasan etika yang harus dijaga oleh para jurnalis.

​Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan tidak hanya mahir secara teknis dalam menggunakan teknologi AI, tetapi juga tetap teguh menjaga integritas jurnalistik di tengah arus transformasi digital yang kian masif.(mnt)


Baca juga :

Related Post