Pembersihan salyran irigasi pertanian
Metronewsntt.com, Kupang— Semangat gotong royong kembali berdenyut di lahan pertanian Bello, Kota Kupang. Tak ingin lagi terjebak dalam sengkarut distribusi air, sejumlah petani setempat resmi membentuk Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Langkah ini diambil sebagai strategi jitu untuk memperkuat tata kelola irigasi secara mandiri, adil, dan berkelanjutan.
Ketua P3A Bello, Minggus Takene, menegaskan bahwa kehadiran wadah ini bukan sekadar formalitas, melainkan ruang demokratis bagi petani untuk memegang kendali penuh atas urat nadi pertanian mereka. Tujuan utamanya adalah agar petani mampu mengelola, mendayagunakan, dan merawat jaringan irigasi dengan kekuatan sendiri. Selama ini, pembagian air di tingkat tersier sering kali menjadi pemicu gesekan. Namun dengan adanya P3A, distribusi air kini diatur agar lebih presisi—tepat waktu, tepat volume, dan sesuai kebutuhan setiap lahan.
Meski baru seumur jagung, kelompok yang beranggotakan sekitar 30 petani ini sudah menunjukkan komitmen nyata. Mereka menyepakati aksi kerja bakti rutin setiap tanggal 10 untuk membersihkan saluran irigasi. Untuk mendukung operasional, para anggota juga secara swadaya menyisihkan iuran sebesar Rp5.000 per bulan. Walau partisipasi belum sepenuhnya maksimal, Minggus optimis bahwa ini adalah awal yang baik untuk membangun kesadaran kolektif yang lebih kuat di masa depan.
Dampak positif pun mulai dirasakan oleh para petani, salah satunya Hesti Mone. Ia mengaku jauh lebih tenang karena pembagian air kini menjadi lebih jelas dan tidak lagi memicu konflik antar-pengguna lahan. Harapannya, konsistensi dalam pemeliharaan saluran akan berbanding lurus dengan peningkatan hasil panen mereka.
Di sisi lain, penguatan kelembagaan ini juga menjadi langkah strategis untuk menjemput bola. Berdasarkan PP Nomor 20 Tahun 2006 tentang Irigasi, P3A merupakan mitra resmi pemerintah dalam menjaga fungsi irigasi tersier hingga irigasi desa.
Minggus menyadari bahwa dengan adanya wadah yang resmi dan terorganisir, peluang petani Bello untuk mendapatkan bantuan program pengembangan infrastruktur dari pemerintah akan terbuka jauh lebih lebar. Melalui P3A, air yang mengalir di Bello kini bukan sekadar sumber daya, melainkan simbol kemandirian dan harapan bagi kesejahteraan petani yang lebih baik.(mnt)