WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Reses Komisi III Vicky Dimoe Heo di Dapil: Masalah Sampah dan Lampu Jalan Mendominasi Keluhan Warga

Metronttdewa.com 25-02-2026 || 17:41:29

Anggota DPRD Kota Kupang sedang memberikan penjelasan fungsi tugas DPRD saat menggelar reses di Keluarhan Oesapa

Metronewsntt.com, ​Kupang – Anggota Komisi III DPRD Kota Kupang, Vicky Dimoe Heo, kembali turun ke daerah pemilihan (Dapil) untuk menyerap aspirasi masyarakat. Dalam rangkaian reses di beberapa titik, persoalan klasik terkait pengelolaan sampah dan minimnya penerangan jalan umum (LPJU) menjadi keluhan paling dominan yang disampaikan warga.

​Di Kelurahan Kelapa Lima, tepatnya di RT 37/RW 17, warga menyoroti kinerja pengangkutan sampah yang dinilai tidak merata. Penumpukan sampah di titik-titik tertentu dilaporkan telah menimbulkan bau busuk yang menyengat dan mengganggu kesehatan lingkungan. Selain sampah, masalah ketertiban umum seperti aktivitas mabuk-mabukan juga menjadi catatan warga demi kenyamanan pemukiman.

​Keluhan serupa muncul di RT 10/RW 04 Kelurahan Oesapa Barat. Warga mengidentifikasi sedikitnya 10 titik strategis yang hingga kini belum tersentuh lampu jalan. Selain itu, warga mendesak adanya perbaikan jalan sepanjang 800 meter di RT 11 serta pembangunan sumur resapan. Sektor kesehatan pun tak luput dari perhatian; fasilitas Posyandu di wilayah ini dilaporkan kekurangan sarana dasar seperti meja, kursi, hingga alat kesehatan standar seperti tensimeter dan timbangan.

​Apresiasi sempat datang dari warga RT 19/RW 07 Kelurahan Oesapa Induk atas bantuan lampu jalan yang sudah terealisasi. Namun, kegembiraan itu dibarengi kekhawatiran terkait kondisi gedung Posyandu yang sudah 30 tahun berdiri tanpa renovasi menyeluruh. Keterbatasan alat kesehatan untuk balita, ibu hamil, dan lansia menjadi kendala utama yang sangat dirasakan masyarakat setempat.

​Sementara itu, di Kelurahan Lasiana, warga RT 01/RW 01 menitikberatkan aspirasi pada aspek legalitas lahan. Mereka berharap pemerintah dapat memfasilitasi pengurusan sertifikat tanah dengan biaya yang terjangkau. Sedangkan di RT 03/RW 01 Oesapa Barat, selain masalah air bersih yang aliran pipanya tidak maksimal, warga mengusulkan penambahan kontainer sampah karena kapasitas yang ada saat ini sudah tidak mampu menampung volume sampah dari warga sekitar maupun warga luar wilayah.

​Menanggapi rentetan aspirasi tersebut, Vicky Dimoe Heo menegaskan bahwa seluruh keluhan warga telah dicatat secara detail untuk dijadikan Pokok Pikiran (Pokir) DPRD.

​"Semua aspirasi ini akan kami catat untuk menjadi Pokir DPRD. Kami juga akan segera berkoordinasi dengan instansi teknis terkait untuk melihat mana yang bisa segera ditindaklanjuti," ujar Vicky.

​Ia mengakui bahwa tantangan di dapilnya cukup besar karena memiliki tipologi permasalahan yang hampir seragam di setiap titik. Meski demikian, ia berkomitmen untuk mengawal usulan tersebut secara bertahap.

​"Memang dalam menjawab aspirasi ini tidak semuanya bisa terealisasi sekaligus, namun akan kami kerjakan satu demi satu. Hal-hal yang belum teralisasi tahun ini akan tetap menjadi intensi dan prioritas kami ke depan," pungkasnya.(mnt)

 


Baca juga :

Related Post