WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Wali Kota Kupang Pimpin Musrenbang Oebobo, Tekankan Sinkronisasi Kebijakan Melalui Pagu Indikatif

Metronttdewa.com 23-02-2026 || 16:02:01

Wali Kota Kupang sedang menyampaika sambuta saat membuka Musrebang di Kecamatan Oebobo, Senn

Metronewsntt.com, ​Kupang – Langkah strategis dalam memperkuat sistem perencanaan pembangunan daerah kembali ditegaskan oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Oebobo Tahun Perencanaan 2027, Senin (23/2/2026).

 Bertempat di Aula Kantor Camat Oebobo, forum ini mengusung tema besar “Peningkatan Kualitas dan Daya Saing SDM yang Sehat, Berkarakter, Inklusif dan Berkelanjutan”. 

Dalam arahannya, dr. Christian menggarisbawahi bahwa Musrenbang merupakan ruang krusial untuk melakukan sinkronisasi antara aspirasi murni masyarakat di tingkat akar rumput dengan arah kebijakan pemerintah kota.

​Wali Kota menjelaskan bahwa esensi dari Musrenbang adalah menciptakan titik temu antara kebutuhan mendesak warga dan tanggung jawab pemerintah yang diwujudkan melalui program kerja nyata. 

Guna memastikan setiap usulan warga memiliki kepastian realisasi, Pemerintah Kota Kupang menghadirkan inovasi kebijakan berupa pagu indikatif sebesar Rp500 juta per kelurahan. Anggaran ini bukan diberikan dalam bentuk tunai, melainkan dialokasikan dalam bentuk program pembangunan yang nilainya setara. Melalui skema ini, usulan masyarakat tidak lagi sekadar menjadi daftar keinginan yang menguap, melainkan menjadi dasar penyusunan program yang terukur, terarah, dan pasti dikerjakan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

​Kebijakan pagu indikatif ini dinilai sebagai solusi konkret atas hambatan klasik dalam perencanaan pembangunan, di mana seringkali usulan warga tidak terakomodasi karena keterbatasan koordinasi. 

Wali Kota menekankan agar masyarakat di Kecamatan Oebobo benar-benar jeli dalam menentukan skala prioritas, dengan komposisi pembangunan yang telah ditetapkan yaitu 80 persen untuk infrastruktur, 10 persen sosial budaya, dan 10 persen penguatan ekonomi. Dengan penekanan pada aspek infrastruktur yang dominan, diharapkan fasilitas publik yang menyentuh langsung kehidupan warga dapat segera diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya.

​Dukungan terhadap pola perencanaan bottom-up ini juga disampaikan oleh Plt. Camat Oebobo, Zet Batmalo, S.H., M.H. Dalam laporannya, ia menyebutkan bahwa Musrenbang ini diikuti oleh sekitar 100 peserta dari berbagai elemen, mulai dari tokoh masyarakat, kelompok disabilitas, hingga praktisi pendidikan dan kesehatan. 

Kehadiran berbagai pemangku kepentingan ini bertujuan untuk menjamin bahwa setiap usulan yang lahir dari Kecamatan Oebobo benar-benar inklusif dan mampu meningkatkan kesejahteraan warga secara kolektif. Zet menyampaikan apresiasi mendalam atas kebijakan pagu Rp500 juta tersebut, yang dianggap sebagai transformasi positif dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

​Kegiatan ini turut dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, Kepala BPS Kota Kupang, Patrisius Tupen,  jajaran pimpinan perangkat daerah, serta unsur TNI/Polri. Melalui forum ini, Wali Kota berharap seluruh OPD dapat menyelaraskan program kerja tahun 2027 dengan hasil kesepakatan Musrenbang, sehingga setiap pembangunan yang dilaksanakan di masa depan benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan Kota Kupang.(mnt) 


Baca juga :

Related Post