WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Soroti 35 Kasus Stunting di Desa Kiuoni, Wabup Kupang Dorong Kader Lakukan Jemput Bola

Metronttdewa.com 19-02-2026 || 17:24:32

Wabub Kupang sedang menyapa para anak-anak

Metronewsntt.com, Oelamasi– Wakil Bupati Kupang, Aurum Titu Eki, menegaskan komitmen penuh pemerintah dalam menangani masalah stunting melalui peninjauan langsung kegiatan Posyandu di Desa Kiuoni, Kecamatan Fatuleu, Rabu (18/02/2026). Kunjungan lapangan bersama Tim Percepatan Pencegahan Stunting (TPPS) ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dan membedah akar permasalahan tingginya prevalensi stunting di wilayah tersebut.


​Dalam arahannya, Wakil Bupati menyampaikan keprihatinan mendalam atas data kesehatan di Kecamatan Fatuleu. Berdasarkan laporan terbaru, dari total 2.116 sasaran balita, sebanyak 1.833 balita telah diukur dan ditemukan 534 anak mengalami stunting. Kondisi di Desa Kiuoni bahkan menjadi sorotan utama; dari 71 sasaran balita, 35 di antaranya masuk dalam kategori stunting. Angka ini menempatkan Desa Kiuoni sebagai penyumbang kasus stunting terbesar di wilayah Kecamatan Fatuleu.

​"Data ini menjadi perhatian serius bagi kita semua. Desa Kiuoni menyumbang kasus stunting terbesar di Fatuleu. Karena itu, hari ini saya turun langsung bersama tim lengkap untuk melihat kondisi riil di lapangan dan menggali akar permasalahan yang sebenarnya," tegas Aurum Titu Eki di hadapan masyarakat dan para tenaga kesehatan.


​Wakil Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya bergantung pada program pemerintah, melainkan membangun kesadaran kolektif akan pentingnya pemenuhan gizi dan pemeriksaan rutin. Ia mendorong para kader posyandu untuk lebih proaktif melakukan pendekatan "jemput bola", termasuk melakukan kunjungan dari rumah ke rumah guna memastikan tidak ada balita yang terlewat dari pemantauan kesehatan.

​Di sisi lain, Kepala Desa Kiuoni, Dedi G. Suan, memaparkan tantangan geografis yang menjadi hambatan utama pelayanan kesehatan di desanya.

 Keterbatasan infrastruktur jalan dan akses sungai yang sulit dilewati seringkali membuat ibu hamil terpaksa melahirkan di rumah. Hal ini diakuinya menjadi salah satu faktor penyumbang tingginya angka stunting karena pemantauan kesehatan awal anak yang tidak optimal akibat kendala akses transportasi.
​Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Kupang berkomitmen menjadikan temuan lapangan ini sebagai dasar intervensi terintegrasi.

 Langkah ke depan tidak hanya fokus pada peningkatan pelayanan kesehatan dasar dan edukasi gizi, tetapi juga mencakup penguatan peran kader serta evaluasi perbaikan akses infrastruktur pendukung. Kegiatan ini diharapkan menjadi titik balik dalam menekan angka stunting demi menjamin kualitas generasi penerus di Kabupaten Kupang.

​Turut hadir dalam kunjungan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang dr. Desemiyety Ngatriany, Camat Fatuleu Abdi Ida Setia Waty Rohi, Kepala Puskesmas Camplong Julita Violeta Manu, serta jajaran perangkat Desa Kiuoni.(mnt)


Baca juga :

Related Post