Walikota Kupang dan Kepala DP3A
Metronewsntt.com, Kupang– Kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Kupang masih menjadi isu serius yang menuntut penanganan cepat dan tepat. Menyikapi fenomena tersebut, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menginstruksikan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) untuk segera mengimplementasikan strategi baru dalam menangani kasus kekerasan yang masih marak terjadi.
Langkah ini diambil guna memastikan kehadiran pemerintah secara nyata dalam melindungi kelompok rentan di Kota Kupang. Pernyataan tersebut disampaikan dr. Christian Widodo kepada awak media di Balai Kota Kupang pada Selasa (20/1/2026). Beliau menegaskan bahwa DP3A harus segera melakukan berbagai terobosan inovatif, mulai dari penguatan edukasi hingga sosialisasi yang menyasar masyarakat luas, sekolah, rumah ibadah, hingga melibatkan partai politik untuk memperluas jangkauan kampanye perlindungan perempuan dan anak.
Selain aspek pencegahan, Wali Kota juga menekankan pentingnya penyediaan layanan hotline center. Layanan ini bertujuan untuk memberikan rasa aman bagi para korban yang sering kali merasa malu atau takut untuk melapor secara langsung. Melalui saluran telepon tersebut, tim DP3A diharapkan dapat menerapkan sistem "jemput bola" guna memberikan pendampingan psikologis maupun hukum secara langsung di lapangan.
Sebagai langkah strategis dalam memperkuat instansi tersebut, dr. Christian menjelaskan bahwa mutasi dr. Marsiana Halek sebagai Kepala DP3A pada akhir tahun lalu merupakan bagian dari rencana besar pemerintah untuk fokus pada isu ini. Beliau meyakini bahwa latar belakang dr. Marsiana di bidang medis akan mempermudah pendekatan yang lebih komprehensif terhadap kesehatan dan kesejahteraan ibu serta anak.
"Mengapa saya menunjuk dr. Marsiana? Sebab beliau sangat memahami aspek kesehatan dan kebutuhan mendasar ibu dan anak," tutupnya.(mnt)