WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Tantangan Berat Dirut Baru, Menjaga Stabilitas Perumda Pasar yang Baru Saja Sembuh

Metronttdewa.com 23-12-2025 || 09:12:23

Kantor Perumda Pasar Kota Kupang

Metronewsnttt.com, ​Kupang – Tantangan dan keberhasilan sebuah perusahaan daerah sangat bergantung pada visi sang nakhoda. Hal ini terbukti pada langkah transformatif Perumda Pasar Kota Kupang yang berhasil membalikkan keadaan. Setelah sempat "merangkak" dengan predikat "Tidak Baik" pada tahun 2020, perusahaan kini sukses mencapai predikat SEHAT di bawah pengawasan ketat BPKP. 

Kini, publik menanti apakah tren positif ini mampu dipertahankan dan ditingkatkan di bawah kepemimpinan baru pada tahun 2026.

​Berdasarkan hasil evaluasi terbaru Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi NTT periode 2020-2025, Perumda Pasar Kota Kupang resmi meraih kategori SEHAT pada tahun buku 2024 dengan total skor 71,75. Pencapaian ini merupakan buah dari pertumbuhan konsisten; dari skor 40,67 (Tidak Baik) di tahun 2020, melewati masa pemulihan di tahun 2022-2023, hingga akhirnya mencapai puncaknya di tahun 2024.

​Keberhasilan ini ditopang oleh sinergi tiga aspek utama. Aspek Administrasi mencatatkan performa luar biasa dengan capaian sempurna 100 persen. Sementara itu, aspek operasional meraih 68,33 persen dan aspek keuanga yang memiliki bobot penilaian terbesar—mencapai 66,43 persen. 

Dari delapan indikator yang dinilai, empat di antaranya meraih nilai maksimal, yaitu Rasio Kas, Rasio Lancar, Perputaran Persediaan, serta Total Asset Turnover (TATO), yang membuktikan efisiensi pengelolaan aset dan likuiditas perusahaan yang semakin tangguh.

​Sementara , Direktur Utama Perumda Pasar Kota Kupang yang baru dilantik, Ganda Raymon Tadjo Tallo, menyatakan bahwa langkah strategis pertamanya adalah melakukan pemetaan masalah dan potensi secara komprehensif. Fokus utamanya adalah menutup celah kebocoran retribusi yang selama ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Kupang.

​Sebagai solusi konkret, Ganda menyiapkan terobosan berupa digitalisasi sistem retribusi. Langkah ini diambil untuk meminimalisir interaksi tunai yang rawan kebocoran, sekaligus memastikan pendapatan daerah terdata secara akurat dan transparan.

 Akuntabilitas ini juga terus diperkuat dengan dukungan audit keuangan dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Jojo Sunarno, Jakarta.
​Tak hanya fokus pada pembenahan internal, Ganda memiliki visi besar untuk membawa pasar tradisional di Kota Kupang "naik kelas".

 Melalui kolaborasi dengan lembaga perbankan dan sektor swasta, ia bertekad mewujudkan pasar yang modern dan profesional. 

Salah satu rencana mercusuarnya adalah menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) pada pasar-pasar di Kupang, dengan menjadikan Pasar Oebobo sebagai proyek percontohan (pilot project).

​Transformasi dari sistem konvensional menuju digital serta standarisasi nasional ini diharapkan tidak hanya mempertahankan predikat "SEHAT" yang telah diraih, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat serta menjamin kesejahteraan para pedagang di masa depan.(mnt)


Baca juga :

Related Post