Potret
Metronewsntt.com, Kupang--Kota Kupang kembali mengukir prestasi gemilang di kancah nasional. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menerima secara langsung Penghargaan bergengsi sebagai TP2DD Kota Terbaik Tahun 2025 Kawasan Nusa Tenggara-Maluku-Papua.
Yang lebih membanggakan, ini adalah kali ketiga berturut-turut (hat-trick) Kota Kupang meraih anugerah tersebut. Penghargaan tersebut diserahkan pada Jumat (28/11/2025) dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 di Grha Bhasvara Icchana, Jakarta, sebuah forum ekonomi paling prestisius yang dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, para menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, hingga kepala daerah se-Indonesia.
Kehadiran Wali Kota dr. Christian Widodo merupakan undangan terbatas yang menjadi pengakuan atas performa luar biasa Kota Kupang dalam Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD).
Prestasi ini disambut hangat dan mendapat apresiasi setinggi-tingginya dari mitra kerja Pemerintah Kota di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang. Ketua DPRD Kota Kupang, Jabir Marola dari Fraksi NasDem, menyampaikan apresiasi yang luar biasa bagi pemerintah kota yang telah menerapkan sistem digitalisasi pengelolaan keuangan daerah dan menghadirkan layanan publik yang efisien, transparan, dan mudah diakses, menjadikan transformasi digital sebagai fondasi utama menuju kota yang modern, adaptif, dan berdaya saing tinggi.
“Sebagai mitra, kami tentunya merasa sangat bangga atas apa yang telah diraih Pemerintah Kota. Ini membuktikan bahwa hubungan kerja sama dengan perbankan dalam menerapkan sistem pelayanan publik secara digital telah berjalan optimal,” ujar Jabir Marola.
Senada dengan itu, anggota DPRD Kota Kupang dari Fraksi Demokrat, Elbert Manafe, menyampaikan apresiasi dan kebanggaan yang setinggi-tingginya kepada Wali Kota Kupang.
“Penghargaan hat-trick ini merupakan bukti nyata dari kerja keras dan komitmen Pemerintah Kota Kupang terutama Bapak Wali Kota dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, transparan, dan efisien melalui digitalisasi,” tegas Elbert Manafe.
Sementara itu, anggota DPRD Kota Kupang asal Fraksi PDI Perjuangan, Vicky Dimoe Heo, menilai capaian ini sebagai hasil dari sinergi kebijakan yang kuat, mulai dari penerapan Sistem Pembayaran Non-Tunai,.
“Prestasi ini bukan hanya sekadar piala, tetapi merupakan cerminan dari peningkatan kualitas pelayanan publik dan optimalisasi penerimaan daerah,” jelasnya. Ia menutup dengan menegaskan komitmen legislatif,
“Kami di DPRD siap untuk terus mendukung kebijakan dan penganggaran yang berorientasi pada percepatan kemajuan Kota Kupang di era digital. Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh perangkat daerah untuk tidak berpuas diri, melainkan terus berinovasi dan meningkatkan kinerja demi kemajuan Kota Kupang.” tutup Vicky.(mnt)