WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Rakornas Sekda Seluruh Indonesia, Sekda Kota Kupang : Momentum Kota Kupang Menyeleraskan Program dengan Strategi Nasional

Metronttdewa.com 24-10-2025 || 15:37:07

Sekda Kotq Kupqng, Jeffry Pelt

Metronewsntt.com, Kupang---Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang akan menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor. 

Rakornas yang akan berlangsung pada tanggal 26 hingga 29 Oktober ini akan mengumpulkan seluruh Sekda dan Kepala Bappeda se-Indonesia.

​"Setelah dilantik hari Kamis lalu , kami langsung menerima surat dari Kemendagri mengenai Rakornas ini. Tujuannya secara garis besar adalah untuk menyamakan pemahaman seluruh daerah di Indonesia terkait program-program strategis nasional, serta program provinsi dan kabupaten/kota, agar terjadi sinkronisasi," jelas Sekda Kota Kupang. Jeffry Pelt kepada media ini di ruang kerjanya, Jumqt (24/10/2025) "Dengan  sinkronisasi ini, arah pembangunan menjadi jelas dan terukur."

Rakornas ini akan menghadirkan pemateri dari berbagai kementerian yang mengusung program-program nasional. Jeffry  menyatakan bahwa selain menerima arahan dan mensinkronkan program, Pemerintah Kota Kupang juga akan membawa sejumlah usulan program kegiatan prioritas yang membutuhkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

​"Ada banyak hal yang kita bawa, terutama terkait infrastruktur air bersih, penanganan sampah, dan hal-hal yang membutuhkan anggaran besar. Ini adalah upaya kita mencari skema pembiayaan lain karena adanya penyesuaian anggaran transfer ke daerah," ujar Jeffry.

 Permintaan resmi untuk membawa usulan ini tercantum jelas dalam surat undangan Rakornas di poin kelima, yang meminta seluruh peserta Rakor wajib membawa usulan untuk diakomodir lewat kementerian.

​Menanggapi adanya pengurangan Transfer Ke Daerah (TKD) sebesar Rp 204 milliar, Jeffry  melihat hal ini sebagai dorongan dari pemerintah pusat agar daerah lebih fokus.

 "Pengurangan TKD ini meminta kita untuk fokus pada kegiatan inti. Kegiatan-kegiatan yang bersifat seremonial, rapat-rapat yang tidak esensial, atau studi banding, sedapat mungkin dikurangi atau ditiadakan," tegasnya.

​jeffry menambahkan, dampak positifnya adalah daerah kini akan lebih fokus terhadap apa yang dibutuhkan, bukan apa yang diinginkan. "Yang dibutuhkan adalah apa yang masyarakat butuh. Fokus kita akan tertuju pada pemenuhan kebutuhan masyarakat, baik dalam pelayanan publik, maupun pembangunan di daerah. Dan pembangunan ini tidak hanya infrastruktur semata, namun juga pembangunan sumber daya manusia," tutup Jeffry. (mnt)


Baca juga :

Related Post