WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Target Kritis Stunting 2026: Kemenko PMK Turun ke Kupang, NTT Jadi Fokus Utama Penurunan Angka Gizi Buruk

Metronttdewa.com 19-10-2025 || 12:21:52

Sekda Kota Kupang, Jeffry Edward menyerahakan box kepada warga

Metronewsntt.com, Kupang – Pemerintah pusat kini memfokuskan perhatian pada Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai salah satu dari 14 provinsi prioritas nasional dalam penanganan stunting. 

Urgensi ini terlihat jelas saat Tim dari Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) tiba di Kota Kupang untuk kunjungan kerja. 

Kedatangan mereka disambut oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, di Gereja Santo Petrus Tuak Daun Merah (TDM), Jumat (17/10/2025).

 Sekda Jeffry menyampaikan apresiasi tinggi atas perhatian langsung dari Jakarta. "Kami sangat menghargai kehadiran Bapak/Ibu dari Kemenko PMK yang telah datang langsung untuk melihat dan berdiskusi mengenai penanganan stunting di daerah kami. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menurunkan angka stunting," ujar Jeffry.


​Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan Kemenko PMK, Prof. Dr. dr. Sukadiono, MM, menegaskan bahwa fokus pada NTT didasari oleh tingginya angka prevalensi. "Secara nasional, pemerintah menargetkan penurunan angka stunting menjadi 18,7 persen pada tahun 2026.

 Daerah seperti NTT menjadi perhatian khusus karena angka stuntingnya masih cukup tinggi," ungkap Prof. Sukadiono. Ia juga menekankan pentingnya intervensi yang dimulai dari hulu, yaitu sejak perempuan usia produktif, ibu hamil, hingga masa balita. Prof. Sukadiono percaya bahwa dengan integrasi kerja seluruh perangkat daerah dan stakeholder, target nasional pasti akan tercapai.


​Sementara itu, Plt. Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Kupang, I Gusti Agung Ngurah Suarnawa, melaporkan kondisi di lapangan. Per Agustus 2025, tercatat ada 3.377 kasus stunting di Kota Kupang, yang setara dengan sekitar 29 persen dari total jumlah balita. 

Untuk menanggulanginya, Dinas Kesehatan terus meningkatkan kapasitas 369 kader posyandu di Kota Kupang agar pemantauan pertumbuhan balita dapat dilakukan secara rutin dan efektif. Kunjungan yang turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kupang, dr. Widya Cahya, serta rombongan Kemenko PMK lainnya ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dan memberikan dorongan kuat bagi upaya menekan angka stunting demi masa depan generasi Kota Kupang yang lebih sehat.(mnt)


Baca juga :

Related Post