Kondisi pekerjaan jalan Taebenu gingga saat imi, Kamis (9/10/2025)
Metronewsntt.com,Kupang---Proyek konstruksi proyek pekerjaan jalan Taebenu terus menunjukkan kemajuan, dengan progres fisik saat ini sudah memcapai 60 persen. Angka ini dihitung berdasarkan kontrak awal, sebab proses penyesuaian volume pekerjaan, dan saat ini sementara melakukan perhitungan Contract Change Order (CCO). Penyesuaian volume ini dilakukan setelah dilaksanakannya perhitungan ulang menyeluruh (check survey) dari nol. Ditemukan adanya kelebihan dan kekurangan volume material yang harus diselaraskan dengan kebutuhan di lapangan.
Hal ini disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pekerjaan proyek jalanTaebenu, Yohanes Puu kepada awak media di Dinas PUPR Kota Kupang, Kamis (9/10/2025).
Ia menjelaskan, volume pekerjaan yang pasti bertambah meliputi volume beton, volume tanah, dan volume aspal. Peningkatan ini disebabkan oleh kebutuhan di lapangan, antara lain untuk penimbunan baru, perkuatan struktur drainase, dan penambahan lapisan aspal yang sebelumnya hanya direncanakan beberapa meter.
"Penyesuaian volume ini juga termasuk penanganan lokasi timbunan tanah yang memerlukan perlakuan khusus, seperti area yang berdekatan dengan mata air, pohon, dan rumah warga yang berada pada bagian bawah dekat timbunan tanah, yang secara otomatis menambah kebutuhan timbunan. Semua penambahan dan pengurangan volume ini dituangkan dalam CCO untuk optimalisasi pekerjaan," jelasnya.
Lebih lanjut dikatakanya, meskipun terjadi penambahan volume pekerjaan, namun anggaran kontrak tetap dan tidak akan berubah. Anggaran yang ditetapkan untuk proyek ini adalah Rp13.269.990.000,00.
" Penyesuaian volume hanya bertujuan untuk menyesuaikan kebutuhan dan kelebihan material di lapangan, tanpa ada penambahan atau pengurangan nilai kontrak," ujarnya.
Ia.mengaku, kendala utama yang dihadapi di awal proyek bukanlah masalah non-alam, melainkan cuaca (hujan) dan yang paling signifikan adalah proses check survey ulang hasil tanah. " Pengujian yang memakan waktu hampir satu bulan dan melibatkan lebih dari 20 laboratorium ini penting untuk memastikan perencanaan tidak melenceng jauh dari kondisi aktual lapangan. Atas kendala waktu ini, kontraktor diberikan waktu kompensasi atau adendum waktu," ungkapnya.
Sementara disinggung soal adanya permintaan DPRD Kota Kupang soal perlu adanya pengawasan terhadap proyek dilakukan secara ketat, Ia mengatakan, pengawasan sangat ketat akan pekerjaan proyek tersebut tidak hanya oleh pihak Dinas, tetapi juga melibatkan masyarakat secara langsung sejak tahap perencanaan. Tokoh masyarakat setempat, seperti Ketua RT, dan warganya, turut mengawasi kemajuan pekerjaan setiap hari.
" Dengan progres yang ada, proyek ditargetkan selesai paling lambat awal Desember, tidak sampai akhir Desember, sehingga dapat segera digunakan," katanya. (mnt)