WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Kekeringan Melanda Lahan Pertanian di Kupang Timur, Puluhan Hektar Mengalami Gagal Panen

Metronttdewa.com 11-09-2025 || 11:33:59

Area persawahan Beludale yang terdampak leleringan

Metronewsntt.com, Oelamasi--Kekeringan kembali melanda lahan pertanian di Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, dengan dampak yang signifikan pada musim tanam kedua (MT II) 2025. Sebanyak 36 hektar lahan pertanian milik petani terdampak kekeringan, menyebabkan tanaman padi mengalami gagal panen.

Kondisi ini membuat para petani menjerit karena tanaman padi  yang menjadi andalan mereka  dalam memenuhi kebutuhan cadangan pangan bagi mereka  tidak mendapatkan pertumbuhan yang semestinya. Ketersediaan air yang menipis membuat usaha petani mengairi lahan menjadi sia-sia.

Ketua Kelompok Eden Kelurahan Naibonat, Boy Tuka, Kamis (11/9/2025) yang ditemui diarea persawahan Beludale Kelurahan Naibonat  menyatakan bahwa kekeringan telah berlangsung selama sebulan, menyebabkan banyak lahan pertanian kering  dengan kondisi  tanaman padi menguning dan layu yang tumbuh di tanah yang terrbelah seakan-akan mengharapkan setetes air membasahi lahan itu. Upaya petani untuk mengairi lahan menjadi sia-sia karena ketersediaan air yang menipis.

Boy Tuka berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian bagi kelompok tani di Kelurahan Naibonat agar lahan yang mengalami kekeringan bisa teratasi. "Kami berharap adanya bantuan pompa air yang bisa dipinjamkan untuk mengatasi kekeringan ini," harapnya.

Dampak kekeringan ini tidak hanya dirasakan oleh petani di Kelurahan Naibonat, tetapi juga di beberapa wilayah lain di Kecamatan Kupang Timur, termasuk Kelurahan Oesao. Wilayah yang mengalami gagal panen tersebut rata-rata masuk di kawasan tadah hujan.

Kekeringan ini menyebabkan kerugian finansial dan ancaman terhadap mata pencaharian petani. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mengatasi kekeringan ini dan membantu petani dalam menghadapi kesulitan ini.(mnt)


Baca juga :

Related Post